Saturday, September 22, 2012

Insprirasi


Inspirasi adalah ilham, buah pikiran, angan - angan, gagasan. Menginspirasi adalah suatu kegiatan menimbulkan inspirasi; mengilhami: mudah-mudahan acara historis itu dapat mengilhami kita untuk tujuan yg lebih mulia dan besar;

Jangan Terlalu Cepat Membuat Asumsi.

Terlalu cepat mengambil asumsi adalah contoh dari sikap malas berpikir. Kenapa disebut malas? Karena sering kali kita tidak mau menunggu untuk mendapatkan semua informasi yang kita perlukan untuk mendapatkan kesimpulan yang benar. Terlalu cepat mengambil asumsi artinya dia malas untuk mendapatkan atau mencari informasi yang diperlukan.

Bila kita merasa diri kita ingin untuk menarik kesimpulan, usahakan sampai mendapatkan informasi yang cukup. Kesabaran dan kemauan mendapatkan informasi yang cukup adalah salah satu cara untuk menggali kreativitas kita.

Lihat hal dari sudut pandang orang lain.

Pikiran yang benar-benar terbuka bersedia menerima bahwa, tidak hanya mengandalkan sudut pandang sendiri, tetapi bahwa sudut pandang orang lain mungkin lebih valid. Kita boleh hebat, tapi orang lain bisa mendapatkan informasi yang belum pernah Kita dapatkan. Bisa jadi, ilmu Kita sudah banyak, tetapi orang lain juga bisa menemukan ilmu, meski pun sedikit, tetapi belum Kita ketahui.

Bersiaplah untuk mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Sebab, bisa jadi Kita menemukan sesuatu yang belum pernah Kita temukan.

Menghindari Berpikir Plinplan.

Beberapa orang cenderung memiliki kecenderungan untuk berayun dari suasana hati yang sangat positif satu menit untuk satu yang sangat negatif berikutnya, semuanya karena apa yang mereka lihat di depan mereka. Ini seperti bermain yoyo, pikiran kita naik turun atau dikenal juga orang yang tergantung mood.

Jika kita tergantung oleh mood, maka pikiran kita tidak akan bekerja dengan baik. Oleh karena itu mulailah belajar berpikir tanpa harus dipengaruhi oleh mood.

Menghilangkan Kebiasaan Malas Berpikir.

Kebiasaan malas berpikir bisa menjadi batu sandungan besar untuk berpikir jernih. Malas berpikir bisa mendapatkan kesimpulan yang salah, informasi yang tidak lengkap, dan tidak mendapatkan apa yang seharusnya Kita dapatkan. Sementara, Kita akan bertindak sesuai dengan kesimpulan yang Kita dapatkan. Kita tidak akan pernah mendapatkan ide-ide kreatif jika malas berpikir.

Jangan berpikir bahwa, sesuatu terjadi selalu dengan cara biasanya. Bisa saja, kali ini berubah. Jangan pernah mengKitalkan “biasanya”. Ciri orang yang malasa berpikir selalu beralasan dengan “biasanya”.

Berpikirlah seperti anak kecil.

Penelitian menunjukkan bahwa jumlah sinapsis, atau koneksi di otak pada anak dua kali lebih besar daripada orang dewasa rata-rata. Inilah alasannya anak-anak tidak memiliki batasan pandangan terhadap dunia, sebagaimana orang dewasa.
Tentu saja tidak semua cara berpikir anak-anak harus ditiru. Cara berpikir ana-anak yang bisa ditiru adalah keinginan mencoba dan mengetahuinya yang tinggi. Sementara cara berpikir bergantung pada orang lain, manja, dan cengeng jangan ditiru.

Jangan khawatir tentang mitos usia. Dengan stimulus yang tepat dan gairah untuk belajar, Kita benar-benar dapat meningkatkan kekuatan otak Kita.

Belajar Melihat detail dan makro.

Kita perlu melihat masalah secara detil dan fokus pada satu bagian dan juga kita perlu melihat masalah secara kesuluruhan. Keduanya harus dilakukan secara simultan agar kita mendapatkan informasi yang utuh. Masalahnya, kebanyakan orang hanya kuat atau terbiasa menggunakan salah satu cara pandang saja.

Jika kita fokus pada detail, akan banyak hal yang luput dari pandangan kita sebab kita tidak bisa melihat keseluruhan masalah yang kita hadapi. Lebih bahaya lagi jika kita melihat satu bagian saja terus-menerus atau berulang-ulang maka sadar tidak sadar kita akan menganggap bahwa bagian itu mewakili semuanya.

Jika kita fokus pada gambaran besar terus, kita tidak bisa melihat detilnya. Jika kita tidak bisa melihat detil suatu masalah, kita akan luput jika ada suatu tindakan yang diperlukan untuk masalah detail. Sering kali, tindakan atau solusi hanya bisa dihasilkan setelah kita melihat masalah detilnya.

Berpikirlah Untuk Diri Kita.

Tahukah Kita, jika kita sering menonton berita, ada pola pikir yang secara tidak sadar kita terima. Media memang digunakan untuk membentuk opini. Nah, Kita jangan terbawa opini publik dengan mudah. Sepertinya benar karena sudah menjadi opini umum, tetapi pernahkah Kita berpikir untuk berbeda? Intinya berusahalan berpikir untuk diri sendiri, jangan hanya mengikuti opini orang lain.

Jangan biarkan opini orang lain mempengaruhi Kita bagaimana untuk berpikir. Berpikirlah dengan jernih, mungkin opini publik itu salah, mungkin juga benar. Hanya Al Quran dan Hadits Shahih yang dijamin kebenarannya.

Sumber : http://arie5758.blogspot.com

No comments:

Post a Comment