Ragam Doa 01

Doa #001: Doa Bangun Tidur

Kata Pendahuluan
Tidur adalah salah satu nikmat terbesar dari Allah SWT, di mana tubuh kita beristirahat dan jiwa kita sejenak dilepaskan dari kesibukan dunia. Bangun tidur bukanlah sekadar rutinitas biologis, melainkan sebuah 'kebangkitan kecil' (ba'ts). Momen ini adalah kesempatan emas untuk memulai hari dengan penuh rasa syukur. Dengan membaca doa bangun tidur, seorang Muslim mengakui bahwa hidup dan mati berada dalam genggala Allah Yang Maha Kuasa, dan bersyukur karena diberi kesempatan hidup kembali untuk beribadah dan beramal saleh. Doa ini menjadi pengingat pertama di pagi hari bahwa tujuan hidup kita adalah kembali kepada-Nya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa bangun tidur yang sahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'damaa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami (tidur), dan hanya kepada-Nya lah kami dikembalikan."
Manfaat Mengamalkan Doa Bangun Tidur
Mengamalkan doa ini setiap kali bangun tidur memiliki manfaat spiritual dan psikologis yang mendalam:
  1. Menumbuhkan Rasa Syukur: Manfaat utama adalah membiasakan lisan dan hati untuk bersyukur atas nikmat kehidupan baru yang diberikan Allah setiap harinya.
  2. Memperkuat Akidah: Doa ini secara eksplisit mengingatkan kita pada konsep kebangkitan (Yaumul Nusyur/Hisab), membantu menjaga kesadaran akan akhirat sejak dini hari.
  3. Memulai Hari dengan Energi Positif: Secara psikologis, memulai hari dengan memuji Tuhan akan memberikan ketenangan jiwa, optimisme, dan mengurangi kecemasan.
  4. Mendapatkan Keberkahan Waktu: Zikir pagi ini membuka pintu keberkahan (barakah) dalam menjalani aktivitas sepanjang hari, karena dimulai dengan mengingat Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari (nomor 6312) dan Shahih Muslim (nomor 2711) dari sahabat Hudzaifah bin Yaman dan Abu Dzarr Al-Ghifari radhiyallahu 'anhuma.
Penjelasan Singkat:
Kalimat “ahyaanaa ba’damaa amaatanaa” (menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami) menggunakan diksi yang kuat. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa tidur diibaratkan sebagai "kematian kecil" atau "saudara kembar kematian". Saat tidur, ruh manusia berada dalam genggaman Allah, dan dikembalikan lagi saat bangun. Penggunaan kata "kematian" ini berfungsi sebagai pengingat keras bagi manusia yang lalai bahwa kematian yang sesungguhnya bisa datang kapan saja.
Selanjutnya, “wa ilaihin-nusyuur” (dan hanya kepada-Nya lah kami dikembalikan) adalah penegasan kembali rukun iman tentang Hari Kebangkitan. Ini adalah pernyataan tauhid yang murni, menegaskan bahwa segala kehidupan bermuara pada pengadilan Allah semata.
Mengamalkan doa ini bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sebuah pendidikan karakter harian yang menguatkan hubungan vertikal manusia dengan Penciptanya.
--- "Sekian" --- 
Doa #002: Doa Memakai Pakaian
Kata Pendahuluan
Pakaian adalah karunia besar dari Allah SWT yang berfungsi tidak hanya sebagai penutup aurat, tetapi juga sebagai perhiasan dan pelindung dari cuaca. Dalam Islam, tindakan yang sekecil apa pun, termasuk memakai pakaian, diajarkan untuk dimulai dengan mengingat Allah. Doa memakai pakaian mengajarkan kita untuk bersyukur atas rezeki sandang yang sering kita anggap remeh, sekaligus memohon perlindungan dari sifat-sifat buruk yang mungkin melekat pada pakaian tersebut, seperti kesombongan atau pamer (riya'). Ini adalah cara melatih kesadaran spiritual dalam setiap aktivitas fisik kita.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika mengenakan pakaian baru atau pakaian secara umum, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii kasaanii haadzaa (ats-tsauba) wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan kepadaku pakaian ini dan memberikan rezeki pakaian ini kepadaku tanpa daya dan kekuatanku."
(Catatan: Kata [ats-tsauba] dapat diganti sesuai jenis pakaian, misalnya 'al-qamiisha' jika memakai kemeja, atau dihilangkan saja untuk makna umum pakaian).
Manfaat Mengamalkan Doa Memakai Pakaian
Mengamalkan doa ini saat berpakaian rutin memberikan beberapa manfaat penting:
  1. Mengikis Sifat Sombong: Mengingat bahwa pakaian itu didapat bukan karena daya dan kekuatan kita sendiri, melainkan rezeki dari Allah, membantu memerangi sifat ujub (kagum pada diri sendiri) dan sombong.
  2. Menumbuhkan Rasa Syukur Hian: Menyadari bahwa banyak orang di luar sana yang tidak memiliki pakaian layak, doa ini menguatkan rasa syukur atas nikmat sandang yang seringkali luput dari perhatian.
  3. Memperoleh Keberkahan dalam Berpenampilan: Memulai aktivitas berpakaian dengan basmalah dan doa akan menjadikan penampilan kita bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan.
  4. Pengingat Diri: Doa ini menjadi pengingat bahwa tujuan berpakaian dalam Islam adalah untuk menaati perintah Allah (menutup aurat), bukan semata-mata untuk tujuan duniawi seperti mencari pujian manusia.
Keterangan dan Sumber
Doa ini termasuk dalam hadis hasan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4023), At-Tirmidzi (no. 3448), dan Ibnu Majah (no. 3500), dari sahabat Mu’adz bin Anas radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Fokus utama dari doa ini terletak pada kalimat “min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin” (tanpa daya dan kekuatanku). Kalimat ini adalah manifestasi konkret dari tauhid, sebuah pengakuan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Meskipun kita bekerja keras mencari uang untuk membeli pakaian, hakikat pemberi rezeki tetaplah Allah SWT. Dialah yang menggerakkan sebab dan akibat.
Doa ini juga mengajarkan adab berpakaian yang benar, yaitu mendahulukan anggota tubuh sebelah kanan saat memakai pakaian dan sebelah kiri saat melepasnya, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ dalam banyak riwayat hadis lainnya. Dengan demikian, berpakaian menjadi sebuah ritual kecil yang penuh makna ketundukan kepada syariat Allah.

Doa #003: Doa Masuk Kamar Mandi/Toilet
Kata Pendahuluan
Kamar mandi atau toilet adalah tempat yang secara syar'i dianggap sebagai tempat yang kotor dan seringkali menjadi "sarang" atau tempat berkumpulnya jin dan setan. Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa waspada dan memohon perlindungan Allah di setiap tempat, termasuk tempat yang paling pribadi ini. Membaca doa sebelum masuk ke tempat tersebut adalah sebuah benteng spiritual (hisnul muslim) yang melindungi kita dari gangguan makhluk halus dan juga dari najis fisik maupun rohani.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak masuk kamar mandi, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَآئِثِ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi, Allaahumma innii a'uudzubika minal khubutsi wal khabaa'its.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan."
Manfaat Mengamalkan Doa Masuk Kamar Mandi
Mengamalkan doa ini secara rutin memiliki manfaat spesifik terkait perlindungan spiritual:
  1. Perlindungan dari Gangguan Setan: Manfaat paling utama adalah menjadi penghalang antara mata jin/setan dengan aurat manusia, serta melindungi dari bisikan jahat mereka saat berada di tempat yang rentan (kotor).
  2. Menjaga Kesucian: Doa ini membantu mengingatkan kita untuk menjaga adab di dalam toilet (tidak berbicara, tidak berlama-lama, membersihkan diri dengan tuntas), yang merupakan bagian dari kesucian (thaharah) dalam Islam.
  3. Membiasakan Zikir: Menunjukkan bahwa zikir (mengingat Allah) dapat dilakukan dalam segala kondisi dan tempat, kecuali di dalam toilet itu sendiri.
  4. Mendapat Ketenangan Hati: Melakukan tindakan pencegahan spiritual ini memberikan ketenangan hati bahwa kita berada dalam penjagaan Allah SWT.
Keterangan dan Sumber
Doa ini bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 142) dan Muslim (no. 375) dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Para ulama menjelaskan makna al-khubutsi wal khabaa'its. Mayoritas ulama menafsirkannya sebagai bentuk jamak dari khabits (setan laki-laki) dan khabitsah (setan perempuan). Dipercaya bahwa setan menyukai tempat-tempat yang kotor dan najis seperti kamar mandi, dan mereka dapat mengganggu manusia di sana.
Membaca "Bismillaah" di awal doa ini, menurut beberapa riwayat hadis, berfungsi sebagai "penutup" atau penghalang visual, sehingga aurat orang yang masuk tidak terlihat oleh pandangan jin.
Adapun adab setelah membaca doa ini adalah melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu saat masuk, dan kaki kanan saat keluar (sambil membaca doa keluar kamar mandi: Ghufraanaka). Ini adalah contoh sempurna bagaimana Islam mengatur detail kehidupan sehari-hari untuk menjaga keimanan dan kesehatan, baik fisik maupun spiritual.
Lanjutkan
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 4 dan Doa Nomor 5, tetap menggunakan format terperinci yang telah kita sepakati sebelumnya.

Doa #004: Doa Keluar Kamar Mandi/Toilet
Kata Pendahuluan
Jika saat masuk kamar mandi kita memohon perlindungan dari setan dan najis, maka saat keluar, kita dianjurkan untuk segera mengingat kembali keagungan Allah dengan bersyukur. Keluarnya kita dari tempat yang kotor menuju tempat yang bersih adalah sebuah perpindahan keadaan dari kondisi yang secara fisik dan spiritual rendah (tempat syaitan) menuju kondisi yang lebih mulia (tempat berzikir). Doa keluar kamar mandi ini, meskipun singkat, mengandung makna pengampunan (maghfirah) yang mendalam, mengingatkan kita bahwa Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Suci.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika keluar dari kamar mandi, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
غُفْرَانَكَ
Transliterasi Latin:
Ghufraanaka
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Aku memohon ampunan-Mu, (Ya Allah)."
Manfaat Mengamalkan Doa Keluar Kamar Mandi
Manfaat dari doa yang sangat ringkas ini mencakup aspek spiritual dan kesadaran diri:
  1. Memperoleh Ampunan Dosa: Manfaat paling utama adalah mendapatkan ampunan dari Allah SWT, terutama atas dosa-dosa kecil yang mungkin dilakukan, atau dosa akibat kelalaian zikir di dalam kamar mandi.
  2. Penyucian Spiritual: Doa ini melengkapi proses thaharah (bersuci) fisik dengan penyucian spiritual, membersihkan hati dari kotoran maksiat sebagaimana kita membersihkan diri dari kotoran fisik.
  3. Mengembalikan Fokus Ibadah: Setelah selesai dari urusan hajat, doa ini segera mengembalikan fokus pikiran kita kepada Allah dan tujuan hidup yang lebih tinggi.
  4. Menjaga Lisan Tetap Basah dengan Zikir: Membiasakan lisan berzikir dalam setiap perpindahan aktivitas, dari masuk hingga keluar kamar mandi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini termasuk hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 30), At-Tirmidzi (no. 7), dan Ibnu Majah (no. 303), dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha.
Penjelasan Singkat:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hikmah di balik permintaan ampunan (ghufraanaka) setelah keluar dari kamar mandi. Beberapa penafsiran utama meliputi:
  • Pengakuan Dosa: Manusia merasa lalai karena di dalam kamar mandi adalah satu-satunya tempat yang tidak pantas digunakan untuk berzikir (menyebut nama Allah), sehingga ia memohon ampun atas kelalaian tersebut.
  • Syukur Atas Kemudahan Hajat: Memohon ampun karena merasa kurang bersyukur atas kemudahan yang diberikan Allah dalam membuang kotoran dari tubuh, sebuah proses kesehatan yang kompleks dan vital.
  • Perbandingan dengan Kesucian Allah: Setelah membersihkan diri dari najis fisik, seorang hamba menyadari betapa dirinya masih penuh dengan "kotoran" dosa di hadapan Allah Yang Maha Suci, sehingga ia memohon ampunan-Nya.
Adab yang menyertai doa ini adalah melangkah keluar dengan mendahulukan kaki kanan, sebagai simbol keluar menuju tempat yang lebih baik dan bersih.

Doa #005: Doa Ketika Hendak Makan
Kata Pendahuluan
Makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis, tetapi sebuah ibadah dan manifestasi rasa syukur atas rezeki dari Allah SWT. Sayangnya, di zaman modern, makan seringkali menjadi aktivitas yang mekanis, dilakukan sambil bermain ponsel atau menonton TV, melupakan Sang Pemberi Rezeki. Doa sebelum makan berfungsi sebagai pengingat fundamental akan asal muasal makanan tersebut dan pentingnya memasukkan makanan yang halal ke dalam tubuh. Memulai makan dengan doa adalah cara mentransformasi aktivitas duniawi menjadi amalan bernilai ukhrawi.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak makan yang paling umum dan shahih:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ
Transliterasi Latin:
Bismillaah
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan menyebut nama Allah."
(Jika lupa di awal, baca doa ini saat ingat):
بِسْمِ اللّٰهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihii
"Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir (makan)."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Makan
Mengamalkan doa ini setiap kali hendak makan memiliki manfaat yang sangat besar:
  1. Menghalangi Setan Ikut Makan: Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa setan akan ikut makan jika seseorang tidak menyebut nama Allah sebelum makan. Dengan membaca Bismillaah, setan terusir dan makanan kita menjadi berkah.
  2. Memperoleh Keberkahan Makanan: Makanan yang dimulai dengan nama Allah akan mendatangkan keberkahan, membuatnya terasa lebih nikmat dan mengenyangkan.
  3. Pengingat Halalan Thayyiban: Doa ini mengingatkan kita untuk senantiasa memastikan bahwa makanan yang kita konsumsi adalah halal dan baik (thayyib).
  4. Menumbuhkan Kesadaran (Mindfulness): Membaca doa sejenak membuat kita fokus pada makanan di hadapan kita, menghindari makan berlebihan, dan meningkatkan rasa syukur.
Keterangan dan Sumber
Doa utama "Bismillah" diriwayatkan secara luas dalam banyak kitab hadis. Doa ketika lupa diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 3767) dan At-Tirmidzi (no. 1858) dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Penjelasan Singkat:
Meskipun lafaznya sangat singkat (Bismillah), maknanya sangat mendalam. Ia adalah deklarasi tauhid bahwa kita makan dengan izin dan rezeki dari Allah.
Adab makan dalam Islam juga menyertai doa ini, seperti:
  • Menggunakan tangan kanan (kecuali ada uzur).
  • Makan apa yang ada di dekat kita terlebih dahulu.
  • Tidak mencela makanan.
Dengan menggabungkan doa dan adab, aktivitas makan menjadi sebuah ibadah yang sempurna, memastikan tidak hanya perut yang kenyang, tetapi juga hati yang tenang dan terhindar dari gangguan setan.

Doa #006: Doa Selesai Makan
Kata Pendahuluan
Jika memulai makan dengan Bismillaah adalah wujud permohonan keberkahan, maka mengakhirinya dengan Alhamdulillah adalah puncak dari rasa syukur. Setelah menikmati rezeki dan merasa kenyang, seorang Muslim diajarkan untuk segera memuji Allah, Dzat yang telah menyediakan segala kebutuhan hamba-Nya. Doa selesai makan berfungsi sebagai penutup ibadah makan, mengingatkan kita bahwa kekuatan yang kita peroleh dari makanan tersebut harus digunakan untuk beribadah dan melakukan kebaikan, bukan untuk kemaksiatan atau kelalaian.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa setelah selesai makan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Umamah Al-Bahili:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa muslimiin.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami sebagai orang-orang Muslim."
(Ada juga versi lain yang lebih ringkas dan shahih):
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
Transliterasi Latin:
Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubaarakan fiihi ghaira makfiyyin, wa laa muwadda'in, wa laa mustaghnan 'anhu rabbanaa.
"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah, yang tidak mencukupi (kebutuhan makhluk), tidak ditolak, dan tidak dibutuhkan lagi oleh Rabb kami."
Manfaat Mengamalkan Doa Selesai Makan
Mengucapkan syukur setelah makan memiliki manfaat rohani yang besar:
  1. Menyempurnakan Rasa Syukur: Ini adalah penutup yang sempurna untuk ibadah makan, memastikan pahala penuh bagi orang yang makan dan bersyukur.
  2. Jaminan Surga: Terdapat riwayat hadis (At-Tirmidzi no. 3458) yang menyebutkan keutamaan besar bagi yang membaca doa tertentu setelah makan, yaitu diampuni dosanya yang telah lalu.
  3. Menguatkan Identitas Muslim: Doa yang menyebut "menjadikan kami Muslimin" mengingatkan kita bahwa nikmat terbesar bukanlah makanan itu sendiri, melainkan nikmat iman dan Islam.
  4. Menghindari Kekufuran Nikmat: Melawan sifat kufur nikmat yang sering muncul saat manusia merasa telah kenyang dan melupakan asal usul rezeki tersebut.
Keterangan dan Sumber
Doa pertama diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 3850) dan Tirmidzi (no. 3457), dan dinilai shahih. Doa kedua diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 5458) dari Abu Umamah.
Penjelasan Singkat:
Doa setelah makan mengajarkan etika (adab) bahwa setiap rezeki yang masuk ke dalam perut kita harus direspons dengan pujian kepada Sang Pemberi Rezeki. Hal ini berbeda dengan perilaku hewan yang hanya makan untuk kenyang tanpa kesadaran akan sumber makanannya.
Kalimat "menjadikan kami sebagai orang-orang Muslim" dalam doa pertama sangat mendalam. Ini mengajarkan prioritas nikmat: nikmat fisik (makan/minum) adalah sarana penunjang, sedangkan nikmat iman (Islam) adalah tujuan utama. Kita bersyukur karena kekuatan dari makanan tersebut memungkinkan kita untuk tetap istiqamah di jalan Islam.

Doa #007: Doa Ketika Keluar Rumah
Kata Pendahuluan
Bagi seorang Muslim, rumah adalah tempat perlindungan dan ketenangan, sementara di luar rumah adalah medan perjuangan, interaksi sosial, dan potensi bahaya serta godaan setan. Ketika melangkahkan kaki keluar dari area aman rumah, kita memasuki dunia yang penuh risiko. Oleh karena itu, Islam mengajarkan doa khusus yang berfungsi sebagai "asuransi" atau permohonan perlindungan komprehensif dari Allah SWT. Doa ini menanamkan rasa tawakal (berserah diri) penuh kepada Allah sebelum menghadapi dunia luar.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak keluar rumah, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللّٰهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi, tawakkaltu 'alallaahi, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan menyebut nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Keluar Rumah
Doa yang ringkas namun powerful ini memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
  1. Jaminan Perlindungan: Rasulullah ﷺ bersabda, barang siapa yang membaca doa ini saat keluar rumah, akan dikatakan kepadanya: "Kamu telah diberi petunjuk (hidayah), kamu telah dicukupi (kebutuhanmu), dan kamu telah dilindungi."
  2. Terhindar dari Gangguan Setan: Setan akan menjauh dari orang yang membaca doa ini, karena sadar bahwa orang tersebut berada di bawah penjagaan langsung Allah.
  3. Diberi Petunjuk (Hidayah): Memulai perjalanan dengan doa ini berarti memohon bimbingan agar langkah kita selalu di jalan yang benar dan diridai.
  4. Dicukupi Urusannya: Doa ini menumbuhkan keyakinan bahwa Allah akan mencukupi segala hajat dan kebutuhan kita di luar rumah, menghilangkan kekhawatiran berlebihan akan rezeki atau kesulitan.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Abu Dawud (no. 5095), At-Tirmidzi (no. 3426), dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.
Penjelasan Singkat:
Kalimat “Tawakkaltu 'alallaah” (Aku bertawakal kepada Allah) adalah inti dari doa ini. Ini adalah penyerahan diri total setelah melakukan persiapan (berpakaian, mengunci pintu, dsb).
Frasa “Laa haula wa laa quwwata illaa billaah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) sering disebut sebagai Hauqalah. Ini adalah pengakuan fundamental akan kelemahan manusia dan keagungan Allah. Kita tidak dapat bergerak, mencari rezeki, menghindari bahaya, atau melakukan kebaikan kecuali atas izin dan kekuatan yang diberikan oleh-Nya.
Dengan mengamalkan doa ini, setiap langkah keluar rumah menjadi bernilai ibadah, penuh perlindungan, dan didasari oleh keyakinan tauhid yang kuat.
lanjut
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 8 dan Doa Nomor 9, tetap menggunakan format terperinci untuk buku doa Anda.

Doa #008: Doa Ketika Masuk Rumah
Kata Pendahuluan
Jika saat meninggalkan rumah kita memohon perlindungan dari bahaya luar, saat kembali dan masuk ke dalam rumah, kita dianjurkan untuk membawa kedamaian dan keberkahan. Rumah dalam Islam adalah baiti jannati (rumahku surgaku), tempat di mana ketenangan seharusnya bersemi. Membaca doa saat masuk rumah berfungsi untuk mengusir setan yang mungkin menunggu di depan pintu atau telah bersarang di dalamnya, serta memohon agar kedatangan kita membawa manfaat dan keberkahan bagi penghuni rumah lainnya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak masuk rumah, diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Dawud:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Transliterasi Latin:
Bismillaahi walajnaa, wa bismillaahi kharajnaa, wa 'alallaahi rabbinaa tawakkalnaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal."
(Setelah membaca doa ini, dianjurkan mengucapkan salam, "Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh" kepada penghuni rumah).
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Masuk Rumah
Mengamalkan doa ini saat kembali ke rumah memiliki manfaat signifikan bagi ketenangan keluarga:
  1. Mengusir Setan dari Rumah: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika seseorang menyebut nama Allah saat masuk rumah dan saat makan, setan akan berkata (kepada teman-temannya): "Kalian tidak mendapat tempat menginap dan tidak pula makan malam." (HR. Muslim). Doa ini menjadikan rumah steril dari intervensi setan.
  2. Mendatangkan Keberkahan: Memulai masuk rumah dengan nama Allah akan mendatangkan ketenangan (sakinah), kedamaian, dan keberkahan rezeki bagi seluruh penghuni rumah.
  3. Memperkuat Rasa Tawakal: Doa ini mengingatkan bahwa segala aktivitas keluar masuk kita, termasuk perlindungan di dalam rumah, adalah atas kehendak dan penjagaan Allah semata.
  4. Menumbuhkan Adab Islami: Membiasakan diri untuk memulai segala sesuatu dengan adab yang baik, termasuk interaksi di dalam lingkungan keluarga.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2018) dan Abu Dawud (no. 5096) dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Doa ini menekankan aspek tawakal yang sama pentingnya saat keluar maupun masuk rumah. Kita bertawakal saat keluar untuk mencari nafkah, dan kita bertawakal saat masuk untuk mendapatkan ketenangan.
Mengucapkan salam setelah doa masuk rumah adalah adab pelengkap yang sangat dianjurkan, bahkan jika rumah tersebut kosong (tidak ada orang di dalamnya), kita tetap mengucapkan salam: "Assalamualaikum, wahai penduduk langit dan bumi dari kalangan orang-orang saleh" atau "Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh" dengan niat untuk malaikat dan diri sendiri. Ini adalah cara untuk menciptakan suasana Islami yang damai di dalam rumah.

Doa #009: Doa Ketika Hendak Tidur
Kata Pendahuluan
Tidur, sebagaimana disebutkan sebelumnya, adalah kematian sementara. Aktivitas tidur adalah momen di mana tubuh beristirahat total, dan kita menjadi sangat rentan, baik secara fisik maupun spiritual. Islam mengajarkan umatnya untuk "menutup buku" hari itu dengan zikir dan doa, memohon perlindungan Allah dari segala keburukan dan memastikan bahwa jiwa kita kembali kepada-Nya dalam keadaan bersih apabila ajal menjemput saat terlelap. Doa tidur adalah bentuk penyerahan diri terakhir di malam hari.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak tidur yang paling utama dan shahih, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
بِاسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَمُوْتُ وَاَحْيَا
Transliterasi Latin:
Bismika Allaahumma amuutu wa ahyaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun)."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Tidur
Mengamalkan doa dan adab tidur lainnya memberikan manfaat rohani yang besar:
  1. Perlindungan Sepanjang Malam: Membaca doa tidur dan zikir pengantar tidur lainnya (seperti Ayat Kursi dan tiga surah terakhir Al-Qur'an) akan memberikan perlindungan Allah dari gangguan setan dan mimpi buruk hingga pagi hari.
  2. Husnul Khatimah (Akhir yang Baik): Karena tidur adalah kematian kecil, doa ini adalah cara mempersiapkan diri agar jika kita meninggal dalam tidur, kita wafat dalam keadaan berzikir dan mengingat Allah (husnul khatimah).
  3. Ketenangan Jiwa: Memasrahkan diri sepenuhnya kepada Allah sebelum tidur akan memberikan ketenangan hati, menghilangkan kekhawatiran dan stres hari itu.
  4. Menjaga Kesadaran Ilahi: Menjadikan akhir hari sebagai momen untuk mengingat Allah, memastikan bahwa seluruh siklus harian kita (dari bangun hingga tidur) terhubung dengan ibadah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 6312) dan Shahih Muslim (no. 2711) dari sahabat Hudzaifah dan Abu Dzarr radhiyallahu 'anhuma.
Penjelasan Singkat:
Doa ini sangat ringkas namun sarat makna. Ia menegaskan kekuasaan Allah atas kehidupan (ahyaa) dan kematian (amuutu). Penggunaan diksi "mati" untuk tidur adalah pengingat keras akan realitas fana kita.
Adab tidur yang menyertai doa ini sangat dianjurkan, antara lain:
  • Berwudu sebelum tidur (seperti berwudu untuk salat).
  • Membersihkan tempat tidur dan mengibasinya.
  • Tidur miring ke sisi kanan.
  • Membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas sambil meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau.
Dengan menjalankan adab dan doa ini, tidur kita menjadi sebuah ibadah, dan kita berada dalam penjagaan terbaik, yaitu penjagaan Allah SWT.
lanjut
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 10 dan Doa Nomor 11, tetap menggunakan format terperinci untuk buku doa Anda.

Doa #010: Doa Ketika Mengunjungi Orang Sakit
Kata Pendahuluan
Menjenguk orang sakit adalah salah satu hak seorang Muslim atas Muslim lainnya dan merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kunjungan ini bukan sekadar formalitas sosial, tetapi mengandung nilai ibadah yang tinggi, memberikan dukungan moral kepada yang sakit, dan mengingatkan kita yang sehat akan pentingnya nikmat kesehatan. Doa yang dipanjatkan saat menjenguk adalah bentuk permohonan tulus kepada Allah, Sang Maha Penyembuh (Asy-Syafi), untuk mengangkat penyakit dan memberikan kesabaran.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca saat menjenguk orang sakit, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, diucapkan sambil mengusap bagian tubuh yang sakit:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَأْسَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّافِيْ لَاشِفَاءَ اِلَّاشِفَاءُكَ شِفَاءً لَايُغَادِرُسَقَمًا
Transliterasi Latin:
Allaahumma rabban-naasi, adzhibil-ba'saasyfi antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughaadiru saqamaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Mengunjungi Orang Sakit
Mengamalkan doa ini saat menjenguk pasien memiliki manfaat yang besar, baik bagi yang sakit maupun yang mendoakan:
  1. Menumbuhkan Optimisme Pasien: Doa ini memberikan harapan dan kekuatan mental bagi orang sakit, mengingatkan mereka bahwa kesembuhan mutlak ada di tangan Allah.
  2. Pahala Besar bagi Penjenguk: Terdapat janji pahala yang besar bagi orang yang menjenguk orang sakit, di antaranya didoakan oleh 70.000 malaikat dan mendapatkan kebun di surga.
  3. Pengakuan Tauhid (Asy-Syafi): Doa ini adalah pernyataan tauhid murni bahwa hanya Allah yang mampu menyembuhkan, menolak segala bentuk keyakinan pada perdukunan atau kekuatan selain Allah.
  4. Menyadarkan Nikmat Kesehatan: Bagi yang sehat, momen ini adalah pengingat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan yang seringkali dilupakan.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 5675) dan Shahih Muslim (no. 2191) dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Penjelasan Singkat:
Rasulullah ﷺ biasa menggunakan doa ini ketika meruqyah (mendoakan) orang yang sakit. Lafaz "Asyfi Antasy-Syafi" (Sembuhkanlah, Engkau Maha Penyembuh) adalah penegasan bahwa upaya medis hanyalah sarana, sedangkan hasil akhir kesembuhan adalah kehendak Allah. Frasa "kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain" menunjukkan permohonan kesembuhan total dan tuntas, baik fisik maupun sisa dampaknya.
Adab menjenguk lainnya adalah memberikan nasihat yang baik, menghibur, dan tidak berlama-lama, serta menjaga privasi pasien. Doa ini menjadi puncak dari adab tersebut, menyempurnakan kunjungan dengan permohonan kebaikan yang paling mulia.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar