Doa #011: Doa Ketika Mendapat Musibah (Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un)
Kata Pendahuluan
Musibah
adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia di dunia, sebagai
ujian dari Allah SWT. Ketika diuji dengan kehilangan, kerugian, atau
kabar buruk, respons pertama seorang Muslim sangat menentukan kualitas
imannya. Islam mengajarkan ketabahan dan penerimaan takdir dengan
mengucapkan kalimat istirja' (pengembalian). Doa ini berfungsi sebagai
"katup pengaman" spiritual yang mencegah keputusasaan, menguatkan hati,
dan menjadi pernyataan iman tertinggi bahwa segala sesuatu adalah milik
Allah dan akan kembali kepada-Nya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika mendengar atau mengalami musibah, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah:
Bahasa Arab:
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اَللّٰهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا
Transliterasi Latin:
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun. Allaahumma'jurnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Sesungguhnya
kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Ya Allah, berilah aku
pahala dalam musibahku ini dan gantikanlah untukku yang lebih baik
daripadanya."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Mendapat Musibah
Doa ini memiliki manfaat luar biasa dalam mengelola emosi dan menguatkan iman di saat krisis:
- Mendapat Pahala Musibah: Manfaat terbesar adalah janji Allah untuk memberikan pahala atas kesabaran dan keikhlasan menerima musibah tersebut.
- Pengganti yang Lebih Baik: Allah berjanji akan memberikan ganti yang lebih baik daripada apa yang hilang, sebagaimana terjadi pada Ummu Salamah yang ditinggal wafat suaminya, lalu dinikahi oleh Rasulullah ﷺ.
- Ketenangan Hati (Sakinah): Mengucapkan kalimat ini segera akan menenangkan hati yang panik, karena menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah Yang Maha Kuasa.
- Menghindari Frustrasi dan Niyyahah: Mencegah perilaku terlarang seperti meratap berlebihan, histeris, atau menyalahkan takdir Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 918) dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha.
Penjelasan Singkat:
Kalimat “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”
adalah inti dari kepasrahan seorang hamba. Ini adalah pengakuan
kepemilikan mutlak Allah atas segala sesuatu, termasuk diri kita
sendiri, harta, dan keluarga.
Adapun bagian kedua doa (Allaahumma'jurnii...),
adalah bentuk optimisme Islami. Kita tidak hanya pasrah, tetapi juga
proaktif memohon pahala dan ganti yang lebih baik. Ini menunjukkan
keseimbangan antara menerima takdir dan berdoa untuk masa depan yang
lebih baik.
Mengamalkan
doa ini adalah tanda keimanan yang matang, yang melihat musibah bukan
sebagai akhir dunia, melainkan sebagai jalan untuk mendekatkan diri
kepada Allah dan mendapatkan ganti yang jauh lebih bernilai di sisi-Nya.
lanjut
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 12 dan Doa Nomor 13, menggunakan format terperinci untuk buku doa Anda.Doa #012: Doa Ketika Melihat atau Mendengar Petir
Kata Pendahuluan
Petir
adalah salah satu fenomena alam yang paling menakjubkan dan menakutkan,
menunjukkan keagungan dan kekuasaan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an (QS.
Ar-Ra'd ayat 13), disebutkan bahwa petir bertasbih dengan memuji Allah.
Bagi seorang Muslim, petir bukanlah sekadar pelepasan muatan listrik
statis, tetapi sebuah tanda kekuasaan yang harus direspons dengan rasa
takut (khauf) dan pengagungan (ta'dzim) kepada Allah. Doa ini berfungsi
sebagai bentuk perlindungan diri dari bahaya sambaran petir sekaligus
pengakuan akan kebesaran Sang Pencipta alam semesta.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diucapkan ketika melihat atau mendengar petir, diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa':
Bahasa Arab:
سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ
Transliterasi Latin:
Subhaanalladzii yusabbihur-ra'du bihamdihi wal malaa-ikatu min khiifatih.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, dan para malaikat juga bertasbih karena takut kepada-Nya."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Melihat Petir
Mengamalkan doa ini saat terjadi badai petir memiliki manfaat spiritual dan praktis:
- Perlindungan dari Sambaran Petir: Manfaat praktis utama adalah memohon perlindungan Allah dari bahaya fisik petir yang bisa mengancam jiwa.
- Menumbuhkan Rasa Takut (Khauf) kepada Allah: Doa ini mengingatkan kita akan kekuasaan Allah yang mutlak, menumbuhkan rasa takut yang benar (takut akan murka-Nya) yang merupakan bagian dari iman.
- Memperkuat Akidah: Menegaskan keyakinan bahwa fenomena alam yang menakutkan pun berada dalam kendali Allah dan bahkan bertasbih kepada-Nya.
- Ketenangan Hati saat Badai: Menggantikan kepanikan saat mendengar suara keras petir dengan zikir dan ketenangan karena bersandar pada penjagaan Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa' (no. 1801), dan juga oleh Al-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra
(no. 5573). Meskipun ada sedikit perbedaan pendapat di kalangan ulama
hadis mengenai status sanadnya, doa ini populer diamalkan oleh para
sahabat seperti Abdullah bin Zubair.
Penjelasan Singkat:
Doa
ini didasarkan langsung pada firman Allah dalam QS. Ar-Ra'd (13): 13
yang artinya: "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji-Nya (demikian pula)
para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar,
lalu menimpakannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya..."
Membaca
doa ini saat terjadi petir adalah bentuk ketaatan terhadap sunnah para
sahabat dan cara yang efektif untuk mengelola rasa takut secara Islami.
Ini mengubah momen kepanikan menjadi momen pengagungan (ta'dzim) kepada Sang Pencipta yang Maha Perkasa.
Doa #013: Doa Ketika Turun Hujan
Kata Pendahuluan
Hujan
adalah rahmat agung dari Allah SWT yang menghidupkan bumi yang kering,
menyediakan air minum bagi makhluk hidup, dan membersihkan udara. Dalam
Islam, hujan adalah momen mustajab (mudah dikabulkan) untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan momen ini dengan
penuh rasa syukur dan permohonan kebaikan, bukan mengeluh karena
aktivitas terhambat. Doa ini mengajarkan kita untuk melihat hujan
sebagai berkah (rahmat), bukan bencana (adzab).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diucapkan ketika hujan mulai turun, diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Transliterasi Latin:
Allaahumma shayyiban naafi'an.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, jadikanlah (hujan ini) hujan yang bermanfaat."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Turun Hujan
Mengamalkan doa ini saat hujan memberikan beberapa manfaat utama:
- Mengubah Hujan Menjadi Berkah: Doa ini memohon agar hujan yang turun membawa manfaat (naf') dan tidak menjadi mudarat (bencana banjir, longsor, dll).
- Momen Mustajab untuk Berdoa: Rasulullah ﷺ bersabda: "Dua doa yang tidak tertolak, yaitu doa ketika adzan berkumandang dan doa ketika hujan turun." (HR. Abu Dawud). Mengamalkan doa ini adalah cara membuka pintu mustajab.
- Menumbuhkan Rasa Syukur: Mengingatkan kita untuk bersyukur atas siklus air alami yang merupakan tanda kekuasaan Allah, bukan mengeluh.
- Menjaga Pandangan Positif: Memandang hujan sebagai rahmat yang harus dimohonkan manfaatnya, bukan sebagai penghalang aktivitas duniawi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 1032) dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Penjelasan Singkat:
Lafaz “shayyiban” secara bahasa berarti aliran air yang mengalir atau turun dari langit. Penambahan kata “naafi'an”
(yang bermanfaat) sangat penting. Ini menunjukkan kesadaran bahwa
segala sesuatu di tangan Allah bisa menjadi rahmat atau musibah,
tergantung kehendak-Nya dan respons kita.
Selain doa ini, disunnahkan pula untuk:
- Membiarkan sebagian tubuh (seperti kepala atau tangan) terkena air hujan secara langsung, sebagai bentuk tabarruk (mengambil berkah) dari rahmat yang baru turun dari langit.
- Memperbanyak doa kebaikan dunia dan akhirat di waktu tersebut.
Dengan demikian, hujan tidak lagi menjadi gangguan, melainkan sebuah kesempatan spiritual yang berharga.
lanjut
Doa #014: Doa Setelah Hujan Reda
Kata Pendahuluan
Sama
seperti memulai dan mengakhiri aktivitas makan dengan doa, kita juga
dianjurkan untuk menutup siklus hujan dengan rasa syukur. Ketika hujan
reda, dan manfaatnya (semoga) telah didapatkan, adalah kewajiban seorang
hamba untuk memuji Allah yang telah menurunkan rahmat-Nya dan kemudian
menghentikannya sesuai kehendak-Nya. Doa setelah hujan reda berfungsi
sebagai penegasan rasa syukur dan pengakuan tauhid bahwa pengaturan
cuaca sepenuhnya berada di tangan Allah SWT.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diucapkan setelah hujan reda atau berhenti, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللّٰهِ وَرَحْمَتِهِ
Transliterasi Latin:
Muthirnaa bi-fadh-lillaahi wa rahmatihi.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah."
Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Hujan Reda
Mengamalkan doa ini setelah hujan reda memiliki manfaat spiritual yang penting:
- Menegaskan Akidah Tauhid: Manfaat utama adalah menjauhkan diri dari keyakinan jahiliyah yang mengaitkan fenomena alam dengan benda langit (bintang, bulan, dll). Doa ini secara eksplisit mengembalikan segala sebab-akibat kepada Allah.
- Menumbuhkan Rasa Syukur: Doa ini melengkapi rasa syukur saat hujan turun, menyempurnakan ibadah syukur atas nikmat air dan cuaca yang kondusif.
- Memperoleh Ridha Allah: Mengucapkan kalimat ini adalah bentuk ketaatan terhadap sunnah Nabi dan cara mendapatkan keridhaan Allah.
- Menjaga Hati dari Kesyirikan: Menjadi benteng dari kesyirikan kecil, di mana manusia kadang secara tidak sadar mengagungkan alam daripada Sang Pencipta alam.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 846) dan Shahih Muslim (no. 71) dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Hadis
yang melatarbelakangi doa ini sangat kuat. Rasulullah ﷺ pernah bersabda
setelah salat Subuh seusai hujan di malam hari: "Ada di antara hamba-Ku
yang beriman kepada-Ku dan ada yang kufur. Adapun orang yang berkata,
'Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah,' maka dia beriman
kepada-Ku dan kufur terhadap bintang (benda langit). Adapun orang yang
berkata, 'Kita diberi hujan karena bintang ini dan itu,' maka dia kufur
kepada-Ku dan beriman kepada bintang."
Doa
ini mengajarkan bahwa seorang Muslim harus memiliki kesadaran tinggi
akan sumber segala nikmat. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta
adalah karena fadhlihi (karunia-Nya) dan rahmatihi (rahmat-Nya) semata, bukan karena kebetulan atau kekuatan alam yang berdiri sendiri.
Doa #015: Doa Ketika Lupa Membaca Doa Makan (di tengah makan)
Kata Pendahuluan
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa (nisyan).
Dalam kesibukan atau saat terlalu lapar, kita seringkali lupa membaca
doa sebelum makan. Namun, Islam adalah agama yang memudahkan. Ada
petunjuk khusus dari Rasulullah ﷺ bagi mereka yang lupa mengucap Bismillaah
di awal makan. Doa ini menunjukkan betapa Allah Maha Pengampun dan Maha
Penerima taubat, serta memberikan solusi agar momen makan kita tetap
terjaga dari gangguan setan yang sudah terlanjur "ikut makan".
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diucapkan ketika teringat lupa membaca Bismillaah saat sedang makan, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ فِيْ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihii
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan menyebut nama Allah di awal dan di akhir (makan)."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Lupa
Mengamalkan doa ini memiliki manfaat yang spesifik dan ajaib:
- Mengusir Setan yang Terlanjur Makan: Manfaat utama adalah "menghentikan" jatah makan setan secara instan, meskipun sudah di tengah proses makan. Hadis menyebutkan bahwa setan akan memuntahkan apa yang sudah dimakan saat doa ini dibaca.
- Memperoleh Keberkahan Makanan Kembali: Mengembalikan aspek keberkahan pada makanan yang sempat hilang karena kelalaian di awal.
- Kemudahan dalam Beragama: Menunjukkan kemudahan ajaran Islam yang memberikan "jalan keluar" bagi orang yang lupa, tanpa mengharuskan menghentikan makan dan memulai dari awal.
- Menumbuhkan Ketergantungan pada Allah: Mengajarkan kita untuk segera kembali mengingat Allah saat teringat kelalaian, menunjukkan hati yang hidup dan terhubung dengan Sang Pencipta.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (no. 3767) dan At-Tirmidzi (no. 1858) dari Aisyah radhiyallahu 'anha. At-Tirmidzi mengatakan hadis ini hasan shahih.
Penjelasan Singkat:
Doa ini adalah bukti kasih sayang Allah dan kemurahan syariat Islam. Ia mengakui fitrah manusia yang bisa lupa. Kata fii awwalihii (di awalnya) merujuk pada niat yang teringat di tengah makan, dan wa aakhirihii (dan di akhirnya) merujuk pada sisa makanan yang akan dihabiskan.
Ini
adalah solusi praktis yang memastikan bahwa meskipun kita lalai di
awal, kita masih bisa memperbaiki keadaan dan memastikan makanan yang
masuk ke tubuh kita penuh dengan berkah Ilahi dan terbebas dari campur
tangan setan.
lanjut
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 16 (Doa Setelah Minum) dan Doa Nomor 17 (Doa Ketika Bersin), menggunakan format terperinci untuk buku doa Anda.Doa #016: Doa Setelah Minum
Kata Pendahuluan
Air
adalah sumber kehidupan, nikmat Allah yang paling mendasar yang
tanpanya manusia tidak dapat bertahan hidup. Seperti halnya makan, minum
adalah aktivitas harian yang harus disyukuri. Di dalam Islam,
mengakhiri aktivitas minum dengan pujian kepada Allah adalah bentuk
pengakuan bahwa Dialah Yang Maha Memberi Minum (As-Saqi).
Doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya memuaskan dahaga fisik,
tetapi juga memupuk dahaga spiritual akan rasa syukur dan pengakuan akan
kebesaran Sang Pencipta yang menyediakan air tawar di tengah luasnya
air asin.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa setelah selesai minum, diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dan An-Nasa'i dari sahabat Abdullah bin Abbas:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ سَقَانَا عَذْبًا فُرَاتًا بِرَحْمَتِهِ وَلَمْ يَجْعَلْهُ مِلْحًا أُجَاجًا بِذُنُوْبِنَا
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii saqaanaa 'adzban furaatan bi-rahmatihii wa lam yaj'alhu milhan ujaajan bi-dzunuubinaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala
puji bagi Allah yang telah memberi kami minum air tawar lagi
menyegarkan dengan rahmat-Nya, dan tidak menjadikannya asin lagi pahit
karena dosa-dosa kami."
(Ada juga versi yang lebih ringkas dan umum digunakan setelah minum susu):
اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban-naar.
"Ya Allah, berkahilah kami pada apa yang Engkau rezekikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka."
Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Minum
Mengamalkan doa setelah minum memiliki manfaat spiritual yang mendalam:
- Menumbuhkan Rasa Syukur yang Spesifik: Doa ini melatih kita untuk mensyukuri kualitas air (tawar dan menyegarkan), bukan hanya ketersediaannya.
- Meningkatkan Kesadaran akan Rahmat Allah: Mengingatkan bahwa air tawar adalah anugerah murni dari Allah, bukan sesuatu yang kita hasilkan sendiri.
- Pengakuan Dosa: Doa ini mengandung pengakuan bahwa dosa-dosa kitalah yang seharusnya membuat kita layak mendapatkan air asin dan pahit (hukuman), namun Allah tetap Maha Pemurah.
- Mendapat Keberkahan: Doa yang ringkas (versi kedua) memohon keberkahan pada rezeki dan perlindungan akhirat, menghubungkan aktivitas fisik dengan tujuan akhirat.
Keterangan dan Sumber
Doa pertama diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya
(no. 3756), meskipun terdapat sedikit kelemahan dalam sanadnya menurut
beberapa ulama, namun maknanya shahih dan dianjurkan diamalkan. Doa
kedua (versi minum susu) diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 3447) dan
dinilai hasan.
Penjelasan Singkat:
Doa
ini adalah bentuk tafakur (perenungan) Islami. Air tawar yang mudah
kita akses adalah tanda nyata rahmat Allah di dunia ini. Manusia, dengan
segala teknologinya, sulit mengubah air laut asin menjadi air tawar
yang layak minum dalam skala besar tanpa biaya mahal. Doa ini
menggarisbawahi kelemahan manusia di hadapan alam dan keagungan Allah
sebagai Pengatur tunggal siklus hidrologi.
Adab
minum yang menyertainya adalah minum dengan tangan kanan, sambil duduk
(bila memungkinkan), dan bernapas di luar gelas sebanyak tiga kali.
Doa #017: Doa Ketika Bersin dan Jawabannya
Kata Pendahuluan
Bersin
adalah refleks alami tubuh yang berfungsi membersihkan saluran
pernapasan. Dalam Islam, momen bersin dianggap sebagai nikmat kesehatan
dan merupakan sunnah dari Allah. Rasulullah ﷺ mengajarkan adab yang
indah saat bersin, yang melibatkan zikir dan doa timbal balik antara
orang yang bersin dan orang yang mendengarnya. Ini menunjukkan bahwa
Islam mengatur interaksi sosial terkecil sekalipun, mengubah momen
refleks fisik menjadi pengingat kesehatan dan bentuk kasih sayang antar
sesama Muslim.
Kalimat Doa
Rangkaian doa ini melibatkan tiga pihak: yang bersin, yang mendengar, dan yang bersin lagi.
1. Bacaan Orang yang Bersin:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaah
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala puji bagi Allah."
2. Jawaban Orang yang Mendengar:
Bahasa Arab:
يَرْحَمُكَ اللّٰهُ
Transliterasi Latin:
Yarhamukallaah
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Semoga Allah merahmatimu."
3. Jawaban Kembali Orang yang Bersin (setelah didoakan):
Bahasa Arab:
يَهْدِيْكُمُ اللّٰهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Transliterasi Latin:
Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Bersin
Interaksi doa saat bersin memiliki manfaat sosial dan spiritual:
- Mempererat Ukhuwah Islamiyah: Interaksi doa timbal balik ini menumbuhkan rasa kepedulian, kasih sayang, dan mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim.
- Menumbuhkan Rasa Syukur Spontan: Memuji Allah saat bersin adalah bentuk syukur instan atas kesehatan dan kelancaran fungsi tubuh.
- Mendapat Rahmat dan Petunjuk: Janji Allah untuk memberikan rahmat (rahmah) dan petunjuk (hidayah) melalui rangkaian doa ini.
- Menghalangi Setan: Setan senang jika seseorang bersin tanpa memuji Allah (karena dianggap lalai), sehingga memuji Allah akan mengecewakan setan.
Keterangan dan Sumber
Rangkaian doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 6224) dan Shahih Muslim (no. 2991) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Adab
bersin dalam Islam mengajarkan kesopanan, yaitu menutup mulut dan
hidung dengan tangan atau sapu tangan agar tidak mengganggu orang lain
dan menjaga kebersihan.
Urutan doanya sangat penting dan memiliki makna yang berurutan secara logis:
- Orang yang bersin bersyukur kepada Allah atas nikmat kesehatan (Alhamdulillah).
- Orang lain memohonkan rahmat Allah untuknya (Yarhamukallaah).
- Orang yang bersin membalas dengan doa yang lebih universal, memohonkan petunjuk dan perbaikan keadaan bagi yang mendoakan (Yahdiikumullaahu...).
Ini
adalah salah satu contoh terbaik bagaimana zikir dan doa diintegrasikan
ke dalam interaksi sosial sehari-hari, menjadikannya bernilai ibadah.
lanjut
Doa #018: Doa Ketika Melihat Saudara Seiman Tertimpa Musibah (yang tidak menimpa kita)
Kata Pendahuluan
Rasa
empati dan syukur adalah dua pilar penting dalam interaksi sosial
Islami. Ketika kita melihat orang lain tertimpa musibah (seperti
kecelakaan, sakit parah, atau bencana), sementara kita dalam keadaan
selamat, sangat penting untuk menjaga lisan dan hati dari kesombongan
atau rasa superioritas. Islam mengajarkan sebuah doa khusus yang
berfungsi sebagai rem terhadap rasa ujub (kagum pada diri sendiri) dan
pamer, serta menumbuhkan rasa syukur yang mendalam atas perlindungan
Allah. Doa ini juga mengandung permohonan perlindungan agar musibah
serupa tidak menimpa diri kita.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diucapkan ketika melihat orang lain tertimpa musibah, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:
Bahasa Arab:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا
Transliterasi Latin:
Alhamdulillaahil-ladzii 'aafaanii mimmab-talaaka bihii, wa fadhdhalanii 'alaa katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Segala
puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang menimpamu,
dan yang telah mengutamakan aku atas banyak makhluk yang diciptakan-Nya
dengan keutamaan yang sempurna."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Melihat Musibah Orang Lain
Mengamalkan doa ini memiliki manfaat etis dan spiritual yang signifikan:
- Mendapat Perlindungan dari Musibah Serupa: Manfaat utama yang disebutkan dalam hadis adalah orang yang membaca doa ini akan dilindungi dari musibah serupa yang menimpa orang tersebut.
- Mengikis Sifat Sombong dan Ujub: Doa ini menekankan bahwa keselamatan kita bukan karena kehebatan kita, melainkan murni karunia Allah, sehingga mencegah kita merendahkan orang yang tertimpa musibah.
- Menumbuhkan Empati dan Doa: Doa ini mendorong kita untuk mendoakan orang yang tertimpa musibah secara tulus, meskipun doanya difokuskan pada rasa syukur pribadi.
- Meningkatkan Rasa Syukur: Melihat kondisi orang lain yang lebih buruk adalah cara instan untuk menyadari betapa banyaknya nikmat kesehatan dan keselamatan yang kita terima setiap hari.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 3432), dan dinilai hasan oleh beberapa ulama, termasuk Syaikh Al-Albani.
Penjelasan Singkat:
Syarat
penting dalam membaca doa ini adalah membacanya dengan suara pelan atau
di dalam hati, agar orang yang tertimpa musibah tidak tersinggung atau
merasa direndahkan. Tujuannya adalah introspeksi diri, bukan pengumuman
publik tentang keselamatan kita.
Frasa “wa fadhdhalanii 'alaa katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa”
adalah penegasan hierarki penciptaan dan karunia (fadhl) Allah. Ini
mengajarkan kita untuk selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia
(termasuk kesehatan dan musibah) agar kita senantiasa bersyukur, dan
melihat ke atas dalam urusan akhirat (ibadah dan amal saleh) agar kita
termotivasi.
Doa #019: Doa Naik Kendaraan (Darat/Laut/Udara)
Kata Pendahuluan
Bepergian (safar)
adalah bagian dari kehidupan modern yang penuh risiko. Kita menggunakan
berbagai moda transportasi yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Islam
mengajarkan agar setiap perjalanan dimulai dengan mengingat Allah,
mengakui kebesaran-Nya yang telah menundukkan kendaraan tersebut untuk
kita, karena tanpa kuasa-Nya, kita tidak akan mampu mengendalikannya.
Doa naik kendaraan berfungsi sebagai permohonan keselamatan di
perjalanan, pengingat akan tujuan akhirat, dan pernyataan rasa syukur
atas fasilitas yang ada.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak naik kendaraan, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abdullah bin Umar:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ
Diikuti setelah duduk di kendaraan:
سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi. Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan
menyebut nama Allah. Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini
bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan
sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Manfaat Mengamalkan Doa Naik Kendaraan
Mengamalkan doa ini sebelum bepergian memberikan manfaat keselamatan dan spiritual:
- Perlindungan di Perjalanan: Doa ini adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dari kecelakaan, musibah, dan bahaya selama di perjalanan.
- Menumbuhkan Rasa Tawakal: Mengakui bahwa kita tidak memiliki kemampuan hakiki untuk mengendalikan kendaraan tersebut tanpa izin Allah, menguatkan rasa tawakal.
- Pengingat Kematian dan Akhirat: Kalimat "dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami" adalah pengingat bahwa setiap perjalanan dunia adalah perjalanan menuju kematian dan akhirat.
- Menghadirkan Keberkahan Safar: Memastikan perjalanan kita, baik untuk bekerja, berlibur, atau ibadah, dimulai dengan niat yang benar dan zikir kepada Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 1348) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma.
Penjelasan Singkat:
Lafaz “sakhkhara lanaa”
(menundukkan bagi kami) sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa kendaraan
modern, seperti mobil, pesawat, atau kapal, tidak bergerak dengan
sendirinya, melainkan atas izin Allah yang menundukkan hukum fisika dan
teknologi untuk kemudahan manusia.
Frasa “wa maa kunnaa lahuu muqriniin”
(padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya) adalah pengakuan
kelemahan manusia. Ini mencegah kesombongan pengemudi atau penumpang
yang merasa aman karena teknologi canggih.
Doa
ini adalah penggabungan sempurna antara upaya (menggunakan kendaraan)
dan tawakal (berserah diri kepada Allah), memastikan keselamatan dunia
dan akhirat.
lanjut
Saya akan melanjutkan dengan
Doa Nomor 20 (Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan Safar/Perjalanan) dan Doa Nomor 21 (Doa Masuk Masjid), menggunakan format terperinci untuk buku doa Anda.Doa #020: Doa Ketika Tiba di Tempat Tujuan Safar/Perjalanan
Kata Pendahuluan
Setelah menempuh perjalanan (safar)
yang melelahkan dan penuh potensi risiko, momen tiba di tempat tujuan
adalah nikmat yang patut disyukuri. Membaca doa saat tiba di lokasi
(baik itu hotel, rumah kerabat, atau lokasi kerja) adalah penutup dari
rangkaian adab safar. Doa ini berfungsi sebagai bentuk syukur atas
keselamatan yang diberikan Allah selama perjalanan dan permohonan agar
tempat yang baru didatangi tersebut membawa kebaikan, keberkahan, serta
perlindungan dari kejahatan yang mungkin ada di tempat baru tersebut.
Kalimat Doa
Berikut
adalah lafaz doa ketika tiba di tempat tujuan atau singgah di suatu
tempat saat bepergian, diriwayatkan oleh Imam Muslim:
Bahasa Arab:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Transliterasi Latin:
A'uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa khalaq.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan (makhluk) yang diciptakan-Nya."
(Ada juga doa lain yang lebih spesifik untuk masuk ke pemukiman/kota baru):
اَللّٰهُمَّ
بَارِكْ لَنَا فِيْهَا اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا جَنَاهَا وَحَبِّبْنَا
إِلَى أَهْلِهَا وَحَبِّبْ صَالِحِيْ أَهْلِهَا إِلَيْنَا
Allaahumma baarik lanaa fiihaa. Allaahummarzuqnaa janaahaa, wa habbibnaa ilaa ahlihaa, wa habbib shaalihii ahlihaa ilainaa.
"Ya
Allah, berkahilah kami di dalamnya (kota/tempat ini). Ya Allah, berilah
kami rezeki dari hasilnya, jadikanlah kami mencintai penduduknya yang
saleh, dan jadikanlah penduduknya yang saleh mencintai kami."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Tiba di Tujuan
Mengamalkan doa ini memiliki manfaat ketenangan dan perlindungan di lokasi baru:
- Perlindungan dari Kejahatan Lokal: Manfaat utama doa pertama adalah perlindungan dari segala macam kejahatan di tempat baru, baik dari manusia, hewan, jin, atau lingkungan itu sendiri.
- Mendapat Keberkahan di Tempat Baru: Doa kedua memohon agar tempat baru tersebut menjadi sumber rezeki yang baik dan kehidupan sosial yang harmonis.
- Menumbuhkan Rasa Syukur atas Keselamatan: Menutup perjalanan dengan doa syukur atas keselamatan yang diberikan oleh Allah SWT.
- Menjamin Ketenangan Jiwa: Memberikan rasa aman dan tentram saat berada di lokasi asing, karena sadar berada di bawah penjagaan Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa pertama diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 2708) dari sahabat Abu Hurairah. Doa kedua diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath dan dishahihkan oleh beberapa ulama.
Penjelasan Singkat:
Kalimat “A'uudzu bikalimaatillaahit-taammaati”
adalah permohonan perlindungan yang sangat kuat, karena kalimat-kalimat
Allah (baik Al-Qur'an maupun ketetapan-Nya) adalah sempurna dan tidak
ada yang dapat melawannya.
Saat
memasuki pemukiman baru, doa tersebut juga mengajarkan adab sosial yang
tinggi dalam Islam, yaitu memohon agar kita diterima dengan baik dan
berinteraksi secara positif, fokus pada kebaikan dan rezeki yang halal.
Ini adalah cara Islami untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dengan
niat yang bersih dan positif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar