Ragam Doa 03

Doa #021: Doa Masuk Masjid
Kata Pendahuluan
Masjid adalah rumah Allah di bumi, tempat suci di mana umat Islam berkumpul untuk salat, berzikir, dan mencari ilmu. Memasuki masjid bukanlah tindakan biasa, melainkan perpindahan dari ruang duniawi menuju ruang ibadah, dari hiruk pikuk pasar menuju ketenangan spiritual. Doa masuk masjid berfungsi sebagai permohonan rahmat Allah, pengakuan akan status mulia masjid, dan permohonan ampunan dosa sebelum memulai ibadah.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak masuk masjid, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillaah. Allaahummaf-tahlii abwaaba rahmatika.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan nama Allah, semoga selawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
Manfaat Mengamalkan Doa Masuk Masjid
Mengamalkan doa ini dan adab lainnya saat masuk masjid memberikan manfaat besar:
  1. Memperoleh Rahmat Allah: Manfaat utama adalah permohonan agar kita mendapatkan rahmat Allah yang berlimpah di dalam rumah-Nya.
  2. Mendapat Ampunan Dosa: Doa ini sering disertai permohonan ampunan (dalam riwayat lain disebutkan demikian), membantu membersihkan diri dari dosa kecil sebelum salat.
  3. Mematuhi Sunnah Nabi: Mengikuti teladan Rasulullah ﷺ dalam memuliakan masjid dan memulai ibadah dengan adab yang benar.
  4. Mendapat Tempat di Surga: Terdapat janji bagi orang yang rutin ke masjid dengan adab yang benar, akan disiapkan tempat persinggahan di surga setiap kali ia datang atau pergi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 713), Abu Dawud (no. 465), dan Ibnu Majah (no. 771) dari sahabat Abu Humaid atau Abu Usaid.
Penjelasan Singkat:
Adab masuk masjid sangat ditekankan dalam Islam. Selain doa ini, disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan saat melangkah masuk.
Doa ini secara spesifik meminta "pintu-pintu rahmat", karena di dalam masjidlah rahmat Allah paling mudah didapat melalui salat berjamaah, zikir, dan kajian ilmu. Ini adalah cara mempersiapkan hati dan pikiran agar fokus pada tujuan utama datang ke masjid, yaitu beribadah kepada Allah semata.
lanjut

Doa #022: Doa Keluar Masjid
Kata Pendahuluan
Keluar dari masjid juga memerlukan adab dan doa khusus, sama pentingnya dengan saat masuk. Setelah selesai menunaikan ibadah dan menerima ketenangan di dalam masjid, seorang Muslim kembali menghadapi dunia luar. Doa keluar masjid berfungsi sebagai permohonan karunia (fadhl) dan rezeki dari Allah, mengakui bahwa meskipun masjid adalah tempat ibadah, rezeki dan kehidupan dunia harus tetap dicari di luar sana. Ini adalah keseimbangan indah antara ibadah (fokus di dalam) dan kehidupan dunia (mencari karunia di luar).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak keluar masjid, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillaah. Allaahumma innii as'aluka min fadhlik.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan nama Allah, semoga selawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu."
Manfaat Mengamalkan Doa Keluar Masjid
Mengamalkan doa ini saat meninggalkan masjid memberikan manfaat yang seimbang antara dunia dan akhirat:
  1. Memohon Rezeki dan Karunia Dunia: Manfaat utama adalah permohonan agar Allah memudahkan urusan duniawi, rezeki, dan pekerjaan setelah selesai menunaikan kewajiban ibadah.
  2. Perlindungan di Dunia Luar: Memohon perlindungan saat kembali menghadapi godaan syaitan dan hiruk pikuk kehidupan dunia yang sering melalaikan.
  3. Mematuhi Sunnah Nabi: Mengikuti teladan Rasulullah ﷺ dalam menjaga adab di setiap aktivitas, termasuk saat meninggalkan tempat ibadah.
  4. Menjaga Keseimbangan Hidup: Doa ini mengingatkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah mahdhah (murni) dan mencari penghidupan yang halal, keduanya bernilai pahala jika diniatkan dengan benar.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 713), Abu Dawud (no. 465), dan Ibnu Majah (no. 771) dari sahabat Abu Humaid atau Abu Usaid.
Penjelasan Singkat:
Adab keluar masjid adalah mendahulukan kaki kiri saat melangkah keluar, sebagai kebalikan dari adab masuk yang mendahulukan kaki kanan, dan sebagai simbol keluar dari tempat mulia menuju tempat biasa.
Di dalam masjid, kita meminta rahmah (kasih sayang dan ampunan), sedangkan saat keluar, kita meminta fadhl (karunia, keutamaan, dan rezeki). Hal ini sejalan dengan perintah Al-Qur'an (QS. Al-Jumu'ah: 10): "Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Doa ini adalah implementasi ayat tersebut.

Doa #023: Doa Setelah Adzan Selesai
Kata Pendahuluan
Adzan adalah panggilan suci yang menggetarkan jiwa, tanda masuknya waktu salat fardhu. Mendengarkan adzan adalah ibadah tersendiri, dan menjawabnya dengan ucapan yang sesuai sunnah adalah wajib atau sangat dianjurkan. Setelah adzan selesai berkumandang, terdapat doa khusus yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu jaminan syafaat (pertolongan) dari Rasulullah ﷺ di hari kiamat. Doa ini berfungsi sebagai bentuk pengakuan keesaan Allah, kerasulan Muhammad, dan permohonan agar kita termasuk umat yang mendapat syafaatnya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca setelah adzan selesai (setelah menjawab adzan):
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ اٰتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، [إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ]
Transliterasi Latin:
Allaahumma rabba haadzihid-da'watit-taammah, wash-shalaatil-qaa-imah, aati muhammadanil-wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil-ladzii wa'adtah, [innaka laa tukhliful-mii'aad].
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang akan didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi) dan keutamaan (derajat yang mulia). Bangkitkanlah beliau pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, [sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji]."
(Catatan: Lafaz dalam kurung [ ] diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, namun sering digabung dan dianjurkan untuk dibaca).
Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Adzan
Doa ini memiliki manfaat terbesar yang dijanjikan oleh Rasulullah ﷺ sendiri:
  1. Jaminan Syafaat Nabi ﷺ: Manfaat terbesar adalah janji syafaat dari Rasulullah ﷺ di hari kiamat bagi siapa saja yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan.
  2. Pernyataan Iman: Doa ini adalah bentuk ikrar iman yang kuat terhadap keesaan Allah dan kerasulan Muhammad, serta meyakini adanya hari kebangkitan (maqamam mahmuda).
  3. Memohon Derajat Tertinggi: Al-Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang paling tinggi, hanya untuk satu hamba Allah (yang kita yakini adalah Rasulullah ﷺ). Mendoakan kebaikan bagi Nabi adalah bentuk cinta dan ketaatan.
  4. Memperoleh Keberkahan Waktu: Memanfaatkan waktu mustajab setelah adzan untuk berdoa dan berzikir sebelum melaksanakan salat.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 614) dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Sebelum membaca doa ini, adabnya adalah menjawab setiap lafaz adzan sesuai sunnah, dan setelah itu membaca selawat Ibrahimiyah. Doa ini kemudian menyempurnakan respons kita terhadap panggilan salat.
Maqamam Mahmuda (kedudukan terpuji) adalah posisi istimewa di hari kiamat di mana semua umat manusia (dari Nabi Adam hingga manusia terakhir) akan memuji Nabi Muhammad ﷺ karena syafaatnya yang agung. Dengan membaca doa ini, kita berharap dapat menjadi bagian dari umat yang diakui dan mendapat pertolongannya di hari yang sulit tersebut.
lanjut

Doa #024: Doa di Antara Dua Sujud (Duduk Iftirasy)
Kata Pendahuluan
Salat adalah puncak ibadah seorang Muslim, dan setiap gerakannya mengandung zikir dan doa yang mendalam. Duduk di antara dua sujud sering kali dilakukan dengan cepat, padahal di dalamnya terdapat tujuh permohonan penting kepada Allah SWT. Momen ini adalah jeda singkat di mana seorang hamba berdialog langsung dengan Tuhannya, memohon kebaikan dunia dan akhirat secara komprehensif. Memahami dan menghayati doa ini akan mentransformasi gerakan salat yang seringkali mekanis menjadi momen permohonan yang penuh makna.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca saat duduk di antara dua sujud, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ
Transliterasi Latin:
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah (kekurangan)ku, angkatlah (derajat)ku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, dan sehatkanlah aku."
Manfaat Mengamalkan Doa di Antara Dua Sujud
Mengamalkan doa ini dengan penuh penghayatan memiliki manfaat yang mencakup seluruh aspek kehidupan Muslim:
  1. Puncak Permohonan Komprehensif: Doa ini mencakup tujuh hajat mendasar manusia (ampunan, rahmat, kecukupan, derajat tinggi, rezeki, hidayah, dan kesehatan) dalam satu rangkaian singkat.
  2. Menumbuhkan Kekhusyukan Salat: Memahami makna doa ini membantu meningkatkan fokus (khusyu') dalam salat, mengubah gerakan rutin menjadi permohonan yang tulus.
  3. Memperoleh Ampunan Dosa: Permohonan ampunan (maghfirah) di tengah salat adalah cara efektif untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil harian.
  4. Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Doa ini memohon kebaikan duniawi (rezeki, kesehatan, kecukupan) sekaligus kebaikan ukhrawi (ampunan, rahmat, derajat tinggi, hidayah), menunjukkan keseimbangan Islam.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 284), Sunan Abu Dawud (no. 852), dan Sunan Ibnu Majah (no. 898), dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.
Penjelasan Singkat:
Susunan doa ini sangat indah dan logis. Dimulai dengan memohon ampunan (Rabbighfirli) karena kita adalah pendosa, diikuti oleh rahmat (warhamni) sebagai syarat masuk surga. Kemudian memohon kecukupan (wajburni) dan pengangkatan derajat (warfa'ni) di dunia dan akhirat. Diakhiri dengan kebutuhan dasar hidup (rezeki, hidayah, dan kesehatan).
Beberapa ulama berpendapat bahwa bacaan ini hukumnya wajib dalam salat, karena Rasulullah ﷺ senantiasa melakukannya. Oleh karena itu, melaksanakannya dengan tumakninah (tenang sejenak) dan menghayati maknanya adalah salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah salat kita.

Doa #025: Doa Qunut Nazilah (Ketika Ada Bencana atau Krisis Umat)
Kata Pendahuluan
Islam adalah agama yang responsif terhadap kondisi umat dan dunia. Ketika terjadi musibah besar, bencana alam, wabah penyakit, atau krisis yang menimpa kaum Muslimin secara umum, syariat mengajarkan adanya Qunut Nazilah (doa qunut yang bersifat insidental/darurat). Doa ini dibaca dalam salat fardu (setelah rukuk di rakaat terakhir) untuk memohon pertolongan Allah, perlindungan dari bencana, dan kemenangan bagi umat Islam yang tertindas. Doa ini adalah bentuk solidaritas, kepasrahan kolektif, dan pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu mengangkat kesulitan besar.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa qunut nazilah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ketika menderita krisis:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
(Doa di atas adalah Qunut Witir, yang juga umum digunakan untuk Qunut Nazilah. Namun, jika konteksnya adalah bencana spesifik, doa berikut lebih relevan):
اَللّٰهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ [Sebutkan Lokasi/Negara] اَللّٰهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكَافِرِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ اَللّٰهُمَّ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
Allaahumma anjil-mu'miniinal mustadh'afiina fii [Sebutkan Lokasi/Negara]. Allaahummasy-dud wath'ataka 'alal kaafiriina wal musyrikiin. Allaahumma dammir a'daa'ad-diin.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, selamatkanlah orang-orang beriman yang tertindas di [Sebutkan Lokasi/Negara]. Ya Allah, timpakanlah azab-Mu yang keras kepada orang-orang kafir dan musyrik. Ya Allah, hancurkanlah musuh-musuh agama."
Manfaat Mengamalkan Doa Qunut Nazilah
Mengamalkan Qunut Nazilah, terutama secara berjamaah, memiliki manfaat kolektif yang besar:
  1. Solidaritas Umat Islam: Menunjukkan persatuan dan kepedulian umat Islam di seluruh dunia terhadap saudaranya yang tertimpa musibah.
  2. Memohon Pertolongan Langsung: Mengakui bahwa solusi atas krisis besar hanya datang dari Allah, menolak solusi manusiawi yang seringkali gagal.
  3. Menurunkan Bantuan Ilahi: Berdoa secara kolektif di waktu-waktu salat fardu adalah cara efektif untuk memohon intervensi langsung dari Allah SWT.
  4. Menjaga Semangat Umat: Mencegah keputusasaan di kalangan umat yang tertimpa musibah, karena mereka tahu saudara-saudara mereka di seluruh dunia mendoakan mereka.
Keterangan dan Sumber
Qunut Nazilah memiliki dasar yang kuat dalam sunnah. Rasulullah ﷺ pernah melakukan qunut selama sebulan penuh untuk mendoakan kaum Muslimin yang dibunuh secara zalim. Doa ini diriwayatkan dalam banyak hadis, di antaranya oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Penjelasan Singkat:
Qunut Nazilah berbeda dengan Qunut Subuh (yang masih menjadi perdebatan di kalangan mazhab) atau Qunut Witir (yang disunnahkan di bulan Ramadan). Qunut Nazilah bersifat situasional dan bisa dilakukan di lima salat fardu (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya).
Pelaksanaannya adalah dengan mengangkat tangan setelah bangun dari rukuk di rakaat terakhir, imam membaca doa dengan suara keras, dan makmum mengamini. Doa ini adalah senjata spiritual terakhir umat Islam ketika solusi fisik atau politis seakan buntu, menegaskan ketergantungan total kita kepada Sang Khalik.
lanjut

Doa #026: Doa Khusus Qunut Witir
Kata Pendahuluan
Salat Witir adalah ibadah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang berfungsi sebagai penutup salat malam. Di dalamnya terdapat amalan qunut, yaitu doa khusus yang dibaca pada rakaat terakhir setelah rukuk atau sebelum rukuk (tergantung mazhab fiqh yang diikuti). Doa Qunut Witir yang masyhur ini diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada cucunya, Hasan bin Ali. Ia adalah kumpulan permohonan yang indah, mencakup hidayah, kesehatan, keberkahan, dan perlindungan, menjadikannya salah satu doa paling komprehensif untuk dipanjatkan setiap malam.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Hasan bin Ali, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Transliterasi Latin:
Allaahummah-dinaa fiiman hadait, wa 'aafinaa fiiman 'aafait, wa tawallanaa fiiman tawallait, wa baarik lanaa fiimaa a'thait, wa qinaa syarra maa qadhait, fainnaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, berilah kami petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah kami kesehatan di antara orang-orang yang Engkau beri kesehatan, dan jadikanlah kami pemimpin di antara orang-orang yang Engkau jadikan pemimpin, dan berilah kami keberkahan dalam apa yang telah Engkau berikan, dan lindungilah kami dari keburukan apa yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau-lah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau."
Manfaat Mengamalkan Doa Qunut Witir
Mengamalkan doa ini secara rutin dalam salat Witir memiliki manfaat spiritual yang agung:
  1. Memperoleh Hidayah dan Kesehatan: Doa ini memohon dua nikmat terbesar: petunjuk (hidayah) dan kesehatan ('afiyah), yang merupakan dasar kebaikan dunia dan akhirat.
  2. Perlindungan dari Takdir Buruk: Permohonan untuk dilindungi dari keburukan apa yang Allah tetapkan adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon takdir yang baik (qadha' mu'allaq).
  3. Deklarasi Tauhid: Kalimat "Sesungguhnya Engkau-lah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu" adalah penegasan kedaulatan mutlak Allah (rububiyah).
  4. Menjaga Konsistensi Ibadah Malam: Doa ini menjadi motivasi untuk senantiasa melaksanakan salat malam dan witir, amalan sunnah yang sangat dicintai Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 464), Abu Dawud (no. 1425), dan An-Nasa'i (no. 1746). Hadis ini dinilai hasan (baik) dan diamalkan secara luas oleh berbagai mazhab.
Penjelasan Singkat:
Susunan doa ini mengajarkan adab berdoa yang sempurna: dimulai dengan memuji Allah, mengakui kelemahan diri di hadapan kekuasaan-Nya, dan diakhiri dengan pujian (tasbih dan tahmid). Frasa "tidak akan terhina orang yang Engkau pimpin" memberikan ketenangan jiwa bahwa selama kita berada di jalan Allah, kita tidak akan pernah benar-benar kalah atau terhina. Ini adalah doa yang menguatkan hati dan jiwa setiap malam.

Doa #027: Doa Keluar dari Rumah untuk Salat (Menuju Masjid)
Kata Pendahuluan
Momen berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat fardhu berjamaah adalah salah satu ibadah agung yang penuh pahala. Setiap langkah dicatat sebagai kebaikan, menghapus dosa, dan mengangkat derajat. Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus pada momen ini dengan mengajarkan sebuah doa panjang yang mendalam. Doa ini berfungsi sebagai bentuk persiapan mental dan spiritual, memohon agar seluruh aspek diri kita—hati, lisan, cahaya, dan anggota tubuh—diterangi oleh cahaya Ilahi saat menuju rumah-Nya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca ketika keluar dari rumah menuju masjid, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِيْ نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا وَمِنْ أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا
Transliterasi Latin:
Allaahummaj'al fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, wa fii sam'ii nuuran, wa fii basharii nuuran, wa min fauqii nuuran, wa min tahtii nuuran, wa 'an yamiinii nuuran, wa 'an syimaalii nuuran, wa min amaamii nuuran, wa min khalfii nuuran, waj'al lii nuuran.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, jadikanlah di hatiku cahaya, pada lisanku cahaya, pada pendengaranku cahaya, pada penglihatanku cahaya, dari atasku cahaya, dari bawahku cahaya, dari kananku cahaya, dari kiriku cahaya, dari depanku cahaya, dari belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya."
Manfaat Mengamalkan Doa Keluar Rumah untuk Salat
Mengamalkan doa ini saat menuju masjid memiliki manfaat spiritual yang luar biasa:
  1. Pencerahan Spiritual (Nuur): Manfaat utama adalah permohonan agar seluruh eksistensi diri kita dipenuhi cahaya Allah (An-Nuur), baik lahir maupun batin.
  2. Meningkatkan Kekhusyukan Salat: Mempersiapkan hati yang terang benderang dengan cahaya akan membantu mencapai kekhusyukan yang lebih baik saat salat di masjid.
  3. Perlindungan Komprehensif: Memohon cahaya di segala arah (atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang) adalah bentuk permohonan perlindungan total dari segala keburukan dan godaan setan.
  4. Menjaga Fokus Ibadah: Doa ini mengingatkan tujuan utama kepergian kita adalah untuk beribadah dan mencari petunjuk Allah, menjauhkan dari kelalaian duniawi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 6316) dan Shahih Muslim (no. 763) dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Penjelasan Singkat:
Doa ini adalah salah satu doa terindah dalam Islam. Kata "cahaya" (nuur) di sini tidak hanya berarti cahaya fisik, tetapi juga cahaya petunjuk (hidayah), ilmu, keimanan, dan kebenaran. Permohonan ini mencakup seluruh aspek kehidupan: hati (tempat niat), lisan (ucapan), pendengaran, penglihatan (pancaindera), dan seluruh arah penjuru tubuh.
Dengan membaca doa ini, seorang Muslim berangkat menuju masjid bukan hanya dengan fisik, tetapi dengan kesadaran penuh akan kehadiran Ilahi, memastikan setiap langkahnya berada di jalan yang terang benderang.
lanjut

Doa #028: Doa Istikharah (Memohon Petunjuk Pilihan Terbaik)
Kata Pendahuluan
Kehidupan sering kali menghadapkan kita pada persimpangan jalan dan pilihan-pilihan sulit: memilih pasangan hidup, pekerjaan, jurusan kuliah, atau keputusan besar lainnya. Sebagai manusia, pengetahuan kita terbatas tentang mana yang terbaik untuk masa depan. Islam memberikan solusi spiritual yang luar biasa melalui Salat Istikharah dan doanya. Doa Istikharah adalah bentuk penyerahan total kepada Allah Yang Maha Mengetahui (Al-'Alim), memohon agar Dia menunjukkan pilihan yang mengandung kebaikan dunia dan akhirat, menghilangkan keraguan, dan memberikan ketenangan hati dalam mengambil keputusan.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa istikharah, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Transliterasi Latin:
Allaahumma innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as'aluka min fadhlikal-'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul-ghuyub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal-amra khairul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii (atau: 'aajili amrii wa aajilihi) faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal-amra syarrul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii (atau: 'aajili amrii wa aajilihi) fashrifhu 'annii wash-rifnii 'anhu waqdur liyal-khaira haitsu kaana tsumma ardhinii bihi.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon karunia-Mu yang agung. Sungguh Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini [sebutkan urusannya] baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau: untuk saat ini dan masa depan), takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia untukku, kemudian berkahilah aku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku (atau: untuk saat ini dan masa depan), jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkanlah untukku kebaikan di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya."
Manfaat Mengamalkan Doa Istikharah
Doa ini adalah salah satu doa paling kuat untuk navigasi kehidupan:
  1. Menemukan Pilihan Terbaik: Manfaat utama adalah dibimbing oleh Allah menuju pilihan yang benar-benar mengandung maslahat (kebaikan) hakiki, bukan sekadar yang kita anggap baik secara nafsu.
  2. Menghilangkan Keraguan dan Kegelisahan: Doa ini memberikan ketenangan hati. Apapun hasilnya, kita ridha karena itu adalah pilihan Allah Yang Maha Tahu.
  3. Memperkuat Tawakal dan Ilmu Allah: Pengakuan bahwa "Engkau tahu, aku tidak tahu" adalah puncak tawakal dan pengakuan akan keterbatasan ilmu manusia di hadapan 'Allaamul Ghuyub.
  4. Mengintegrasikan Dunia dan Akhirat: Doa ini memastikan bahwa pilihan yang kita ambil mempertimbangkan dampak agama, kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat secara seimbang.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 1166) dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Doa ini dibaca setelah melaksanakan salat sunah istikharah dua rakaat. Tidak ada keharusan mendapatkan "mimpi petunjuk" setelahnya. Petunjuk Allah seringkali datang dalam bentuk kemudahan urusan, ketenangan hati, atau sebaliknya, kesulitan yang membuat kita menjauhi pilihan yang buruk.
Doa ini mengajarkan kita untuk tidak hanya mengandalkan logika atau saran manusia, tetapi melibatkan Allah dalam setiap keputusan besar. Ini adalah manifestasi nyata dari menjadikan Allah sebagai Al-Haadi (Yang Maha Pemberi Petunjuk).

Doa #029: Doa Memohon Kemudahan Urusan
Kata Pendahuluan
Setiap hari, kita menghadapi berbagai urusan, tantangan, dan rintangan. Kadang kala, meskipun sudah berusaha keras, segala sesuatunya terasa sulit dan buntu. Islam mengajarkan sebuah doa yang ringkas namun ampuh, diajarkan oleh Nabi Musa AS ketika menghadapi tugas berat berdakwah kepada Firaun. Doa ini berfungsi sebagai permohonan untuk kelancaran komunikasi, kemudahan dalam setiap langkah, dan penghilang kekakuan dalam berinteraksi, menyadarkan kita bahwa kemudahan sejati hanya datang dari Allah, Al-Fattah (Maha Pembuka Solusi) dan Al-Qadir (Maha Berkuasa).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa memohon kemudahan urusan, diambil dari Al-Qur'an Surat Thaha ayat 25-28:
Bahasa Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِيْ يَفْقَهُوا قَوْلِيْ
Transliterasi Latin:
Rabbisyrah lii shadri, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaanii, yafqahuu qaulii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
Manfaat Mengamalkan Doa Memohon Kemudahan Urusan
Doa yang dibaca Nabi Musa ini memiliki manfaat universal untuk segala urusan:
  1. Kelapangan Dada (Ketenangan Hati): Manfaat pertama adalah memohon agar hati kita siap dan lapang menerima segala tantangan, tekanan, dan rintangan dalam urusan tersebut.
  2. Kemudahan Segala Urusan: Permohonan langsung agar rintangan fisik atau prosedural dipermudah oleh Allah SWT.
  3. Kelancaran Komunikasi: Sangat bermanfaat bagi mereka yang akan berbicara di depan umum, negosiasi, atau mengajar, agar pesan yang disampaikan jelas dan mudah dipahami (efektif).
  4. Meningkatkan Rasa Percaya Diri (Islami): Membaca doa ini sebelum memulai urusan besar akan menumbuhkan rasa percaya diri karena kita bersandar pada kekuatan Allah, bukan kemampuan diri sendiri.
Keterangan dan Sumber
Doa ini adalah doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an (QS. Thaha [20]: 25-28), diucapkan oleh Nabi Musa AS ketika diperintahkan Allah untuk berdakwah kepada Firaun, penguasa paling zalim di masanya.
Penjelasan Singkat:
Konteks doa ini sangat kuat. Nabi Musa menghadapi raja yang kejam (Firaun) dan memiliki sedikit kekakuan dalam berbicara. Doa ini mengajarkan kita bahwa dalam menghadapi urusan yang paling berat sekalipun, kita harus memulainya dengan memohon tiga hal utama: kesiapan mental (syarh shadri), kemudahan logistik (tayammur amrii), dan efektivitas penyampaian pesan (wahlul 'uqdata).
Doa ini sangat mustajab diamalkan setiap saat kita memulai pekerjaan, ujian sekolah, presentasi bisnis, atau bahkan saat hendak menasihati anggota keluarga, memastikan segala urusan kita berjalan lancar dengan bimbingan Ilahi.
lanjut

Doa #030: Doa Ketika Susah Tidur Malam Hari (Insomnia)
Kata Pendahuluan
Terkadang, karena stres, kecemasan, atau pikiran yang berkecamuk, kita mengalami susah tidur (insomnia). Malam terasa panjang dan melelahkan, mengganggu ketenangan yang seharusnya didapat dari istirahat. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa khusus yang dapat diamalkan ketika mata sulit terpejam. Doa ini berfungsi sebagai bentuk permohonan ketenangan hati, pengusiran rasa takut atau gelisah, dan cara untuk mengembalikan rasa aman dengan bersandar penuh kepada Allah Yang Maha Mengawasi (Ar-Raqib), Dzat yang tidak pernah mengantuk apalagi tidur (Al-Hayyul Qayyum).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Zaid bin Tsabit ketika mengeluhkan susah tidur:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ غَارَتِ النُّجُوْمُ وَهَدَأَتِ الْعُيُوْنُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّوْمٌ لَا تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَهْدِئْ لَيْلِيْ وَأَنِمْ عَيْنِيْ
Transliterasi Latin:
Allaahumma ghaarat an-nujuum wa hada'at al-'uyuun, wa Anta Hayyun Qayyuum, laa ta'khudzuka sinatun wa laa nawm. Yaa Hayyu yaa Qayuum, ahdi' laylii wa anim 'ainii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya Allah, bintang-bintang telah lenyap (tenggelam), mata-mata telah tenang (tertidur), dan Engkau Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, tidak mengantuk dan tidak tidur. Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Susah Tidur
Mengamalkan doa ini saat insomnia memberikan manfaat ketenangan jiwa dan kesehatan:
  1. Mengundang Ketenangan Hati: Doa ini secara efektif menenangkan pikiran yang gelisah dengan mengembalikan fokus pada keagungan Allah yang menguasai malam dan tidur.
  2. Solusi Islami untuk Insomnia: Merupakan solusi sunnah yang mengedepankan aspek spiritual daripada hanya mengandalkan obat tidur.
  3. Memperkuat Akidah (Asmaul Husna): Penegasan sifat Allah Al-Hayyul Qayyum (Maha Hidup dan Berdiri Sendiri) menguatkan tauhid dan rasa aman di bawah penjagaan-Nya.
  4. Mendapat Istirahat yang Berkualitas: Membantu mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, yang diperlukan untuk kesehatan fisik dan mental.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu As-Sunni dalam kitab 'Amal Al-Yawm wa Al-Laylah dan dinilai hasan oleh beberapa ulama, di antaranya Syaikh Abdul Qadir Al-Arnauth. Meskipun ada perdebatan kecil tentang derajat hadisnya, maknanya shahih dan dianjurkan untuk diamalkan.
Penjelasan Singkat:
Doa ini bekerja dengan cara kontras: semua makhluk (bintang yang tenggelam, mata yang terpejam) tunduk pada hukum tidur dan kegelapan, kecuali Allah SWT. Dengan bersandar pada Dzat Yang Tidak Pernah Tidur, kita memohon agar sebagian dari ketenangan-Nya dilimpahkan kepada kita.
Selain doa ini, disunnahkan pula untuk berwudu, membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas sebelum tidur, serta berzikir hingga tertidur. Ini adalah paket lengkap penanganan insomnia secara Islami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar