Doa #021: Doa Masuk Masjid
Kata Pendahuluan
Masjid
adalah rumah Allah di bumi, tempat suci di mana umat Islam berkumpul
untuk salat, berzikir, dan mencari ilmu. Memasuki masjid bukanlah
tindakan biasa, melainkan perpindahan dari ruang duniawi menuju ruang
ibadah, dari hiruk pikuk pasar menuju ketenangan spiritual. Doa masuk
masjid berfungsi sebagai permohonan rahmat Allah, pengakuan akan status
mulia masjid, dan permohonan ampunan dosa sebelum memulai ibadah.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak masuk masjid, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillaah. Allaahummaf-tahlii abwaaba rahmatika.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan nama Allah, semoga selawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
Manfaat Mengamalkan Doa Masuk Masjid
Mengamalkan doa ini dan adab lainnya saat masuk masjid memberikan manfaat besar:
- Memperoleh Rahmat Allah: Manfaat utama adalah permohonan agar kita mendapatkan rahmat Allah yang berlimpah di dalam rumah-Nya.
- Mendapat Ampunan Dosa: Doa ini sering disertai permohonan ampunan (dalam riwayat lain disebutkan demikian), membantu membersihkan diri dari dosa kecil sebelum salat.
- Mematuhi Sunnah Nabi: Mengikuti teladan Rasulullah ﷺ dalam memuliakan masjid dan memulai ibadah dengan adab yang benar.
- Mendapat Tempat di Surga: Terdapat janji bagi orang yang rutin ke masjid dengan adab yang benar, akan disiapkan tempat persinggahan di surga setiap kali ia datang atau pergi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 713), Abu Dawud (no. 465), dan Ibnu Majah (no. 771) dari sahabat Abu Humaid atau Abu Usaid.
Penjelasan Singkat:
Adab masuk masjid sangat ditekankan dalam Islam. Selain doa ini, disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan saat melangkah masuk.
Doa
ini secara spesifik meminta "pintu-pintu rahmat", karena di dalam
masjidlah rahmat Allah paling mudah didapat melalui salat berjamaah,
zikir, dan kajian ilmu. Ini adalah cara mempersiapkan hati dan pikiran
agar fokus pada tujuan utama datang ke masjid, yaitu beribadah kepada
Allah semata.
lanjut
Doa #022: Doa Keluar Masjid
Kata Pendahuluan
Keluar
dari masjid juga memerlukan adab dan doa khusus, sama pentingnya dengan
saat masuk. Setelah selesai menunaikan ibadah dan menerima ketenangan
di dalam masjid, seorang Muslim kembali menghadapi dunia luar. Doa
keluar masjid berfungsi sebagai permohonan karunia (fadhl)
dan rezeki dari Allah, mengakui bahwa meskipun masjid adalah tempat
ibadah, rezeki dan kehidupan dunia harus tetap dicari di luar sana. Ini
adalah keseimbangan indah antara ibadah (fokus di dalam) dan kehidupan
dunia (mencari karunia di luar).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa ketika hendak keluar masjid, diriwayatkan oleh Imam Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
بِسْمِ اللّٰهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى رَسُوْلِ اللّٰهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Transliterasi Latin:
Bismillaahi wash-shalaatu was-salaamu 'alaa rasuulillaah. Allaahumma innii as'aluka min fadhlik.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Dengan
nama Allah, semoga selawat dan salam tercurah kepada Rasulullah. Ya
Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu."
Manfaat Mengamalkan Doa Keluar Masjid
Mengamalkan doa ini saat meninggalkan masjid memberikan manfaat yang seimbang antara dunia dan akhirat:
- Memohon Rezeki dan Karunia Dunia: Manfaat utama adalah permohonan agar Allah memudahkan urusan duniawi, rezeki, dan pekerjaan setelah selesai menunaikan kewajiban ibadah.
- Perlindungan di Dunia Luar: Memohon perlindungan saat kembali menghadapi godaan syaitan dan hiruk pikuk kehidupan dunia yang sering melalaikan.
- Mematuhi Sunnah Nabi: Mengikuti teladan Rasulullah ﷺ dalam menjaga adab di setiap aktivitas, termasuk saat meninggalkan tempat ibadah.
- Menjaga Keseimbangan Hidup: Doa ini mengingatkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara ibadah mahdhah (murni) dan mencari penghidupan yang halal, keduanya bernilai pahala jika diniatkan dengan benar.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Muslim (no. 713), Abu Dawud (no. 465), dan Ibnu Majah (no. 771) dari sahabat Abu Humaid atau Abu Usaid.
Penjelasan Singkat:
Adab keluar masjid adalah mendahulukan kaki kiri
saat melangkah keluar, sebagai kebalikan dari adab masuk yang
mendahulukan kaki kanan, dan sebagai simbol keluar dari tempat mulia
menuju tempat biasa.
Di dalam masjid, kita meminta rahmah (kasih sayang dan ampunan), sedangkan saat keluar, kita meminta fadhl
(karunia, keutamaan, dan rezeki). Hal ini sejalan dengan perintah
Al-Qur'an (QS. Al-Jumu'ah: 10): "Apabila telah ditunaikan salat, maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah
Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Doa ini adalah implementasi
ayat tersebut.
Doa #023: Doa Setelah Adzan Selesai
Kata Pendahuluan
Adzan
adalah panggilan suci yang menggetarkan jiwa, tanda masuknya waktu
salat fardhu. Mendengarkan adzan adalah ibadah tersendiri, dan
menjawabnya dengan ucapan yang sesuai sunnah adalah wajib atau sangat
dianjurkan. Setelah adzan selesai berkumandang, terdapat doa khusus yang
memiliki keutamaan luar biasa, yaitu jaminan syafaat (pertolongan) dari
Rasulullah ﷺ di hari kiamat. Doa ini berfungsi sebagai bentuk pengakuan
keesaan Allah, kerasulan Muhammad, dan permohonan agar kita termasuk
umat yang mendapat syafaatnya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca setelah adzan selesai (setelah menjawab adzan):
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ اٰتِ
مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا
مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، [إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ]
Transliterasi Latin:
Allaahumma
rabba haadzihid-da'watit-taammah, wash-shalaatil-qaa-imah, aati
muhammadanil-wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam
mahmuudanil-ladzii wa'adtah, [innaka laa tukhliful-mii'aad].
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan salat yang akan
didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi)
dan keutamaan (derajat yang mulia). Bangkitkanlah beliau pada kedudukan
terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, [sesungguhnya Engkau tidak
menyalahi janji]."
(Catatan: Lafaz dalam kurung [ ] diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, namun sering digabung dan dianjurkan untuk dibaca).
Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Adzan
Doa ini memiliki manfaat terbesar yang dijanjikan oleh Rasulullah ﷺ sendiri:
- Jaminan Syafaat Nabi ﷺ: Manfaat terbesar adalah janji syafaat dari Rasulullah ﷺ di hari kiamat bagi siapa saja yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan.
- Pernyataan Iman: Doa ini adalah bentuk ikrar iman yang kuat terhadap keesaan Allah dan kerasulan Muhammad, serta meyakini adanya hari kebangkitan (maqamam mahmuda).
- Memohon Derajat Tertinggi: Al-Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang paling tinggi, hanya untuk satu hamba Allah (yang kita yakini adalah Rasulullah ﷺ). Mendoakan kebaikan bagi Nabi adalah bentuk cinta dan ketaatan.
- Memperoleh Keberkahan Waktu: Memanfaatkan waktu mustajab setelah adzan untuk berdoa dan berzikir sebelum melaksanakan salat.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 614) dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Sebelum
membaca doa ini, adabnya adalah menjawab setiap lafaz adzan sesuai
sunnah, dan setelah itu membaca selawat Ibrahimiyah. Doa ini kemudian
menyempurnakan respons kita terhadap panggilan salat.
Maqamam Mahmuda
(kedudukan terpuji) adalah posisi istimewa di hari kiamat di mana semua
umat manusia (dari Nabi Adam hingga manusia terakhir) akan memuji Nabi
Muhammad ﷺ karena syafaatnya yang agung. Dengan membaca doa ini, kita
berharap dapat menjadi bagian dari umat yang diakui dan mendapat
pertolongannya di hari yang sulit tersebut.
lanjut
Doa #024: Doa di Antara Dua Sujud (Duduk Iftirasy)
Kata Pendahuluan
Salat
adalah puncak ibadah seorang Muslim, dan setiap gerakannya mengandung
zikir dan doa yang mendalam. Duduk di antara dua sujud sering kali
dilakukan dengan cepat, padahal di dalamnya terdapat tujuh permohonan
penting kepada Allah SWT. Momen ini adalah jeda singkat di mana seorang
hamba berdialog langsung dengan Tuhannya, memohon kebaikan dunia dan
akhirat secara komprehensif. Memahami dan menghayati doa ini akan
mentransformasi gerakan salat yang seringkali mekanis menjadi momen
permohonan yang penuh makna.
Kalimat Doa
Berikut
adalah lafaz doa yang dibaca saat duduk di antara dua sujud,
diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
Bahasa Arab:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ
Transliterasi Latin:
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa 'aafinii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah (kekurangan)ku,
angkatlah (derajat)ku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, dan
sehatkanlah aku."
Manfaat Mengamalkan Doa di Antara Dua Sujud
Mengamalkan doa ini dengan penuh penghayatan memiliki manfaat yang mencakup seluruh aspek kehidupan Muslim:
- Puncak Permohonan Komprehensif: Doa ini mencakup tujuh hajat mendasar manusia (ampunan, rahmat, kecukupan, derajat tinggi, rezeki, hidayah, dan kesehatan) dalam satu rangkaian singkat.
- Menumbuhkan Kekhusyukan Salat: Memahami makna doa ini membantu meningkatkan fokus (khusyu') dalam salat, mengubah gerakan rutin menjadi permohonan yang tulus.
- Memperoleh Ampunan Dosa: Permohonan ampunan (maghfirah) di tengah salat adalah cara efektif untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil harian.
- Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Doa ini memohon kebaikan duniawi (rezeki, kesehatan, kecukupan) sekaligus kebaikan ukhrawi (ampunan, rahmat, derajat tinggi, hidayah), menunjukkan keseimbangan Islam.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 284), Sunan Abu Dawud (no. 852), dan Sunan Ibnu Majah (no. 898), dan dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani.
Penjelasan Singkat:
Susunan doa ini sangat indah dan logis. Dimulai dengan memohon ampunan (Rabbighfirli) karena kita adalah pendosa, diikuti oleh rahmat (warhamni) sebagai syarat masuk surga. Kemudian memohon kecukupan (wajburni) dan pengangkatan derajat (warfa'ni) di dunia dan akhirat. Diakhiri dengan kebutuhan dasar hidup (rezeki, hidayah, dan kesehatan).
Beberapa
ulama berpendapat bahwa bacaan ini hukumnya wajib dalam salat, karena
Rasulullah ﷺ senantiasa melakukannya. Oleh karena itu, melaksanakannya
dengan tumakninah (tenang sejenak) dan menghayati maknanya adalah salah
satu cara terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah salat kita.
Doa #025: Doa Qunut Nazilah (Ketika Ada Bencana atau Krisis Umat)
Kata Pendahuluan
Islam
adalah agama yang responsif terhadap kondisi umat dan dunia. Ketika
terjadi musibah besar, bencana alam, wabah penyakit, atau krisis yang
menimpa kaum Muslimin secara umum, syariat mengajarkan adanya Qunut Nazilah
(doa qunut yang bersifat insidental/darurat). Doa ini dibaca dalam
salat fardu (setelah rukuk di rakaat terakhir) untuk memohon pertolongan
Allah, perlindungan dari bencana, dan kemenangan bagi umat Islam yang
tertindas. Doa ini adalah bentuk solidaritas, kepasrahan kolektif, dan
pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu mengangkat kesulitan besar.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa qunut nazilah yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ketika menderita krisis:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا
فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ
مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا
يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ
رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
(Doa
di atas adalah Qunut Witir, yang juga umum digunakan untuk Qunut
Nazilah. Namun, jika konteksnya adalah bencana spesifik, doa berikut
lebih relevan):
اَللّٰهُمَّ
أَنْجِ الْمُؤْمِنِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ [Sebutkan
Lokasi/Negara] اَللّٰهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكَافِرِيْنَ
وَالْمُشْرِكِيْنَ اَللّٰهُمَّ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ
Allaahumma
anjil-mu'miniinal mustadh'afiina fii [Sebutkan Lokasi/Negara].
Allaahummasy-dud wath'ataka 'alal kaafiriina wal musyrikiin. Allaahumma
dammir a'daa'ad-diin.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, selamatkanlah orang-orang beriman yang tertindas di [Sebutkan
Lokasi/Negara]. Ya Allah, timpakanlah azab-Mu yang keras kepada
orang-orang kafir dan musyrik. Ya Allah, hancurkanlah musuh-musuh
agama."
Manfaat Mengamalkan Doa Qunut Nazilah
Mengamalkan Qunut Nazilah, terutama secara berjamaah, memiliki manfaat kolektif yang besar:
- Solidaritas Umat Islam: Menunjukkan persatuan dan kepedulian umat Islam di seluruh dunia terhadap saudaranya yang tertimpa musibah.
- Memohon Pertolongan Langsung: Mengakui bahwa solusi atas krisis besar hanya datang dari Allah, menolak solusi manusiawi yang seringkali gagal.
- Menurunkan Bantuan Ilahi: Berdoa secara kolektif di waktu-waktu salat fardu adalah cara efektif untuk memohon intervensi langsung dari Allah SWT.
- Menjaga Semangat Umat: Mencegah keputusasaan di kalangan umat yang tertimpa musibah, karena mereka tahu saudara-saudara mereka di seluruh dunia mendoakan mereka.
Keterangan dan Sumber
Qunut
Nazilah memiliki dasar yang kuat dalam sunnah. Rasulullah ﷺ pernah
melakukan qunut selama sebulan penuh untuk mendoakan kaum Muslimin yang
dibunuh secara zalim. Doa ini diriwayatkan dalam banyak hadis, di
antaranya oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Penjelasan Singkat:
Qunut
Nazilah berbeda dengan Qunut Subuh (yang masih menjadi perdebatan di
kalangan mazhab) atau Qunut Witir (yang disunnahkan di bulan Ramadan).
Qunut Nazilah bersifat situasional dan bisa dilakukan di lima salat
fardu (Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya).
Pelaksanaannya
adalah dengan mengangkat tangan setelah bangun dari rukuk di rakaat
terakhir, imam membaca doa dengan suara keras, dan makmum mengamini. Doa
ini adalah senjata spiritual terakhir umat Islam ketika solusi fisik
atau politis seakan buntu, menegaskan ketergantungan total kita kepada
Sang Khalik.
lanjut
Doa #026: Doa Khusus Qunut Witir
Kata Pendahuluan
Salat
Witir adalah ibadah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) yang berfungsi
sebagai penutup salat malam. Di dalamnya terdapat amalan qunut,
yaitu doa khusus yang dibaca pada rakaat terakhir setelah rukuk atau
sebelum rukuk (tergantung mazhab fiqh yang diikuti). Doa Qunut Witir
yang masyhur ini diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada cucunya,
Hasan bin Ali. Ia adalah kumpulan permohonan yang indah, mencakup
hidayah, kesehatan, keberkahan, dan perlindungan, menjadikannya salah
satu doa paling komprehensif untuk dipanjatkan setiap malam.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada Hasan bin Ali, diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا
فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ
مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا
يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ
رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Transliterasi Latin:
Allaahummah-dinaa
fiiman hadait, wa 'aafinaa fiiman 'aafait, wa tawallanaa fiiman
tawallait, wa baarik lanaa fiimaa a'thait, wa qinaa syarra maa qadhait,
fainnaka taqdhii wa laa yuqdhaa 'alaik, wa innahu laa yadzillu man
waalait, wa laa ya'izzu man 'aadait, tabaarakta rabbanaa wa ta'aalait.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, berilah kami petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri
petunjuk, dan berilah kami kesehatan di antara orang-orang yang Engkau
beri kesehatan, dan jadikanlah kami pemimpin di antara orang-orang yang
Engkau jadikan pemimpin, dan berilah kami keberkahan dalam apa yang
telah Engkau berikan, dan lindungilah kami dari keburukan apa yang
Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau-lah yang menetapkan dan tidak ada
yang menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan terhina orang yang
Engkau pimpin, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci
Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau."
Manfaat Mengamalkan Doa Qunut Witir
Mengamalkan doa ini secara rutin dalam salat Witir memiliki manfaat spiritual yang agung:
- Memperoleh Hidayah dan Kesehatan: Doa ini memohon dua nikmat terbesar: petunjuk (hidayah) dan kesehatan ('afiyah), yang merupakan dasar kebaikan dunia dan akhirat.
- Perlindungan dari Takdir Buruk: Permohonan untuk dilindungi dari keburukan apa yang Allah tetapkan adalah bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon takdir yang baik (qadha' mu'allaq).
- Deklarasi Tauhid: Kalimat "Sesungguhnya Engkau-lah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu" adalah penegasan kedaulatan mutlak Allah (rububiyah).
- Menjaga Konsistensi Ibadah Malam: Doa ini menjadi motivasi untuk senantiasa melaksanakan salat malam dan witir, amalan sunnah yang sangat dicintai Allah.
Keterangan dan Sumber
Doa
ini diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 464), Abu Dawud (no. 1425),
dan An-Nasa'i (no. 1746). Hadis ini dinilai hasan (baik) dan diamalkan
secara luas oleh berbagai mazhab.
Penjelasan Singkat:
Susunan
doa ini mengajarkan adab berdoa yang sempurna: dimulai dengan memuji
Allah, mengakui kelemahan diri di hadapan kekuasaan-Nya, dan diakhiri
dengan pujian (tasbih dan tahmid). Frasa "tidak akan terhina orang yang
Engkau pimpin" memberikan ketenangan jiwa bahwa selama kita berada di
jalan Allah, kita tidak akan pernah benar-benar kalah atau terhina. Ini
adalah doa yang menguatkan hati dan jiwa setiap malam.
Doa #027: Doa Keluar dari Rumah untuk Salat (Menuju Masjid)
Kata Pendahuluan
Momen
berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat fardhu berjamaah adalah
salah satu ibadah agung yang penuh pahala. Setiap langkah dicatat
sebagai kebaikan, menghapus dosa, dan mengangkat derajat. Rasulullah ﷺ
memberikan perhatian khusus pada momen ini dengan mengajarkan sebuah doa
panjang yang mendalam. Doa ini berfungsi sebagai bentuk persiapan
mental dan spiritual, memohon agar seluruh aspek diri kita—hati, lisan,
cahaya, dan anggota tubuh—diterangi oleh cahaya Ilahi saat menuju
rumah-Nya.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang dibaca ketika keluar dari rumah menuju masjid, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
اجْعَلْ فِيْ قَلْبِيْ نُوْرًا وَفِيْ لِسَانِيْ نُوْرًا وَفِيْ سَمْعِيْ
نُوْرًا وَفِيْ بَصَرِيْ نُوْرًا وَمِنْ فَوْقِيْ نُوْرًا وَمِنْ تَحْتِيْ
نُوْرًا وَعَنْ يَمِيْنِيْ نُوْرًا وَعَنْ شِمَالِيْ نُوْرًا وَمِنْ
أَمَامِيْ نُوْرًا وَمِنْ خَلْفِيْ نُوْرًا وَاجْعَلْ لِيْ نُوْرًا
Transliterasi Latin:
Allaahummaj'al
fii qalbii nuuran, wa fii lisaanii nuuran, wa fii sam'ii nuuran, wa fii
basharii nuuran, wa min fauqii nuuran, wa min tahtii nuuran, wa 'an
yamiinii nuuran, wa 'an syimaalii nuuran, wa min amaamii nuuran, wa min
khalfii nuuran, waj'al lii nuuran.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, jadikanlah di hatiku cahaya, pada lisanku cahaya, pada
pendengaranku cahaya, pada penglihatanku cahaya, dari atasku cahaya,
dari bawahku cahaya, dari kananku cahaya, dari kiriku cahaya, dari
depanku cahaya, dari belakangku cahaya, dan jadikanlah untukku cahaya."
Manfaat Mengamalkan Doa Keluar Rumah untuk Salat
Mengamalkan doa ini saat menuju masjid memiliki manfaat spiritual yang luar biasa:
- Pencerahan Spiritual (Nuur): Manfaat utama adalah permohonan agar seluruh eksistensi diri kita dipenuhi cahaya Allah (An-Nuur), baik lahir maupun batin.
- Meningkatkan Kekhusyukan Salat: Mempersiapkan hati yang terang benderang dengan cahaya akan membantu mencapai kekhusyukan yang lebih baik saat salat di masjid.
- Perlindungan Komprehensif: Memohon cahaya di segala arah (atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang) adalah bentuk permohonan perlindungan total dari segala keburukan dan godaan setan.
- Menjaga Fokus Ibadah: Doa ini mengingatkan tujuan utama kepergian kita adalah untuk beribadah dan mencari petunjuk Allah, menjauhkan dari kelalaian duniawi.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 6316) dan Shahih Muslim (no. 763) dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Penjelasan Singkat:
Doa ini adalah salah satu doa terindah dalam Islam. Kata "cahaya" (nuur)
di sini tidak hanya berarti cahaya fisik, tetapi juga cahaya petunjuk
(hidayah), ilmu, keimanan, dan kebenaran. Permohonan ini mencakup
seluruh aspek kehidupan: hati (tempat niat), lisan (ucapan),
pendengaran, penglihatan (pancaindera), dan seluruh arah penjuru tubuh.
Dengan
membaca doa ini, seorang Muslim berangkat menuju masjid bukan hanya
dengan fisik, tetapi dengan kesadaran penuh akan kehadiran Ilahi,
memastikan setiap langkahnya berada di jalan yang terang benderang.
lanjut
Doa #028: Doa Istikharah (Memohon Petunjuk Pilihan Terbaik)
Kata Pendahuluan
Kehidupan
sering kali menghadapkan kita pada persimpangan jalan dan
pilihan-pilihan sulit: memilih pasangan hidup, pekerjaan, jurusan
kuliah, atau keputusan besar lainnya. Sebagai manusia, pengetahuan kita
terbatas tentang mana yang terbaik untuk masa depan. Islam memberikan
solusi spiritual yang luar biasa melalui Salat Istikharah dan doanya. Doa Istikharah adalah bentuk penyerahan total kepada Allah Yang Maha Mengetahui (Al-'Alim),
memohon agar Dia menunjukkan pilihan yang mengandung kebaikan dunia dan
akhirat, menghilangkan keraguan, dan memberikan ketenangan hati dalam
mengambil keputusan.
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa istikharah, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Jabir bin Abdullah:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ،
وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا
أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ.
اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ
دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ
وَآجِلِهِ) فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ.
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هٰذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ
وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ (أَوْ قَالَ: عَاجِلِ أَمْرِيْ
وَآجِلِهِ) فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ
الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Transliterasi Latin:
Allaahumma
innii astakhiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as'aluka
min fadhlikal-'azhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa
laa a'lamu, wa anta 'allaamul-ghuyub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna
haadzal-amra khairul lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii
(atau: 'aajili amrii wa aajilihi) faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma
baarik lii fiihi. Wa in kunta ta'lamu anna haadzal-amra syarrul lii fii
diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibati amrii (atau: 'aajili amrii wa aajilihi)
fashrifhu 'annii wash-rifnii 'anhu waqdur liyal-khaira haitsu kaana
tsumma ardhinii bihi.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan
ilmu-Mu, aku memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon
karunia-Mu yang agung. Sungguh Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak
kuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha
Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan
ini [sebutkan urusannya] baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan
akhir urusanku (atau: untuk saat ini dan masa depan), takdirkanlah ia
untukku, mudahkanlah ia untukku, kemudian berkahilah aku di dalamnya.
Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku,
kehidupanku, dan akhir urusanku (atau: untuk saat ini dan masa depan),
jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah aku darinya, dan takdirkanlah
untukku kebaikan di mana pun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha
dengannya."
Manfaat Mengamalkan Doa Istikharah
Doa ini adalah salah satu doa paling kuat untuk navigasi kehidupan:
- Menemukan Pilihan Terbaik: Manfaat utama adalah dibimbing oleh Allah menuju pilihan yang benar-benar mengandung maslahat (kebaikan) hakiki, bukan sekadar yang kita anggap baik secara nafsu.
- Menghilangkan Keraguan dan Kegelisahan: Doa ini memberikan ketenangan hati. Apapun hasilnya, kita ridha karena itu adalah pilihan Allah Yang Maha Tahu.
- Memperkuat Tawakal dan Ilmu Allah: Pengakuan bahwa "Engkau tahu, aku tidak tahu" adalah puncak tawakal dan pengakuan akan keterbatasan ilmu manusia di hadapan 'Allaamul Ghuyub.
- Mengintegrasikan Dunia dan Akhirat: Doa ini memastikan bahwa pilihan yang kita ambil mempertimbangkan dampak agama, kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat secara seimbang.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari (no. 1166) dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Singkat:
Doa
ini dibaca setelah melaksanakan salat sunah istikharah dua rakaat.
Tidak ada keharusan mendapatkan "mimpi petunjuk" setelahnya. Petunjuk
Allah seringkali datang dalam bentuk kemudahan urusan, ketenangan hati,
atau sebaliknya, kesulitan yang membuat kita menjauhi pilihan yang
buruk.
Doa
ini mengajarkan kita untuk tidak hanya mengandalkan logika atau saran
manusia, tetapi melibatkan Allah dalam setiap keputusan besar. Ini
adalah manifestasi nyata dari menjadikan Allah sebagai Al-Haadi (Yang Maha Pemberi Petunjuk).
Doa #029: Doa Memohon Kemudahan Urusan
Kata Pendahuluan
Setiap
hari, kita menghadapi berbagai urusan, tantangan, dan rintangan. Kadang
kala, meskipun sudah berusaha keras, segala sesuatunya terasa sulit dan
buntu. Islam mengajarkan sebuah doa yang ringkas namun ampuh, diajarkan
oleh Nabi Musa AS ketika menghadapi tugas berat berdakwah kepada
Firaun. Doa ini berfungsi sebagai permohonan untuk kelancaran
komunikasi, kemudahan dalam setiap langkah, dan penghilang kekakuan
dalam berinteraksi, menyadarkan kita bahwa kemudahan sejati hanya datang
dari Allah, Al-Fattah (Maha Pembuka Solusi) dan Al-Qadir (Maha Berkuasa).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa memohon kemudahan urusan, diambil dari Al-Qur'an Surat Thaha ayat 25-28:
Bahasa Arab:
رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِيْ يَفْقَهُوا قَوْلِيْ
Transliterasi Latin:
Rabbisyrah lii shadri, wa yassir lii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaanii, yafqahuu qaulii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku,
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
perkataanku."
Manfaat Mengamalkan Doa Memohon Kemudahan Urusan
Doa yang dibaca Nabi Musa ini memiliki manfaat universal untuk segala urusan:
- Kelapangan Dada (Ketenangan Hati): Manfaat pertama adalah memohon agar hati kita siap dan lapang menerima segala tantangan, tekanan, dan rintangan dalam urusan tersebut.
- Kemudahan Segala Urusan: Permohonan langsung agar rintangan fisik atau prosedural dipermudah oleh Allah SWT.
- Kelancaran Komunikasi: Sangat bermanfaat bagi mereka yang akan berbicara di depan umum, negosiasi, atau mengajar, agar pesan yang disampaikan jelas dan mudah dipahami (efektif).
- Meningkatkan Rasa Percaya Diri (Islami): Membaca doa ini sebelum memulai urusan besar akan menumbuhkan rasa percaya diri karena kita bersandar pada kekuatan Allah, bukan kemampuan diri sendiri.
Keterangan dan Sumber
Doa
ini adalah doa yang diabadikan dalam Al-Qur'an (QS. Thaha [20]: 25-28),
diucapkan oleh Nabi Musa AS ketika diperintahkan Allah untuk berdakwah
kepada Firaun, penguasa paling zalim di masanya.
Penjelasan Singkat:
Konteks
doa ini sangat kuat. Nabi Musa menghadapi raja yang kejam (Firaun) dan
memiliki sedikit kekakuan dalam berbicara. Doa ini mengajarkan kita
bahwa dalam menghadapi urusan yang paling berat sekalipun, kita harus
memulainya dengan memohon tiga hal utama: kesiapan mental (syarh shadri), kemudahan logistik (tayammur amrii), dan efektivitas penyampaian pesan (wahlul 'uqdata).
Doa
ini sangat mustajab diamalkan setiap saat kita memulai pekerjaan, ujian
sekolah, presentasi bisnis, atau bahkan saat hendak menasihati anggota
keluarga, memastikan segala urusan kita berjalan lancar dengan bimbingan
Ilahi.
lanjut
Doa #030: Doa Ketika Susah Tidur Malam Hari (Insomnia)
Kata Pendahuluan
Terkadang, karena stres, kecemasan, atau pikiran yang berkecamuk, kita mengalami susah tidur (insomnia).
Malam terasa panjang dan melelahkan, mengganggu ketenangan yang
seharusnya didapat dari istirahat. Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa
khusus yang dapat diamalkan ketika mata sulit terpejam. Doa ini
berfungsi sebagai bentuk permohonan ketenangan hati, pengusiran rasa
takut atau gelisah, dan cara untuk mengembalikan rasa aman dengan
bersandar penuh kepada Allah Yang Maha Mengawasi (Ar-Raqib), Dzat yang tidak pernah mengantuk apalagi tidur (Al-Hayyul Qayyum).
Kalimat Doa
Berikut adalah lafaz doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ kepada Zaid bin Tsabit ketika mengeluhkan susah tidur:
Bahasa Arab:
اَللّٰهُمَّ
غَارَتِ النُّجُوْمُ وَهَدَأَتِ الْعُيُوْنُ وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّوْمٌ لَا
تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ أَهْدِئْ
لَيْلِيْ وَأَنِمْ عَيْنِيْ
Transliterasi Latin:
Allaahumma
ghaarat an-nujuum wa hada'at al-'uyuun, wa Anta Hayyun Qayyuum, laa
ta'khudzuka sinatun wa laa nawm. Yaa Hayyu yaa Qayuum, ahdi' laylii wa
anim 'ainii.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
"Ya
Allah, bintang-bintang telah lenyap (tenggelam), mata-mata telah tenang
(tertidur), dan Engkau Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, tidak
mengantuk dan tidak tidur. Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha
Berdiri Sendiri, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah mataku."
Manfaat Mengamalkan Doa Ketika Susah Tidur
Mengamalkan doa ini saat insomnia memberikan manfaat ketenangan jiwa dan kesehatan:
- Mengundang Ketenangan Hati: Doa ini secara efektif menenangkan pikiran yang gelisah dengan mengembalikan fokus pada keagungan Allah yang menguasai malam dan tidur.
- Solusi Islami untuk Insomnia: Merupakan solusi sunnah yang mengedepankan aspek spiritual daripada hanya mengandalkan obat tidur.
- Memperkuat Akidah (Asmaul Husna): Penegasan sifat Allah Al-Hayyul Qayyum (Maha Hidup dan Berdiri Sendiri) menguatkan tauhid dan rasa aman di bawah penjagaan-Nya.
- Mendapat Istirahat yang Berkualitas: Membantu mendapatkan tidur yang nyenyak dan berkualitas, yang diperlukan untuk kesehatan fisik dan mental.
Keterangan dan Sumber
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu As-Sunni dalam kitab 'Amal Al-Yawm wa Al-Laylah
dan dinilai hasan oleh beberapa ulama, di antaranya Syaikh Abdul Qadir
Al-Arnauth. Meskipun ada perdebatan kecil tentang derajat hadisnya,
maknanya shahih dan dianjurkan untuk diamalkan.
Penjelasan Singkat:
Doa
ini bekerja dengan cara kontras: semua makhluk (bintang yang tenggelam,
mata yang terpejam) tunduk pada hukum tidur dan kegelapan, kecuali
Allah SWT. Dengan bersandar pada Dzat Yang Tidak Pernah Tidur, kita
memohon agar sebagian dari ketenangan-Nya dilimpahkan kepada kita.
Selain
doa ini, disunnahkan pula untuk berwudu, membaca Ayat Kursi, Al-Ikhlas,
Al-Falaq, dan An-Naas sebelum tidur, serta berzikir hingga tertidur.
Ini adalah paket lengkap penanganan insomnia secara Islami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar