Public speaking
adalah kemampuan berbicara di depan banyak orang, menyampaikan pesan
yang dapat dimengerti dan dipercaya oleh publik pendengarnya. Public speaking dapat memiliki peran luar biasa dalam kehidupan kita, antara lain (Hamilton, 2003: 3)
Belum ada pengertian public speaking yang ‘pas’ dalam Bahasa Indonesia hingga sekarang. Kita masih menyebutnya “public speaking”,
sama dengan istilah aslinya dalam bahasa Inggris. Istilah Bahasa
Indonesia yang paling sering digunakan untuk mengartikan public speaking
adalah “berbicara di depan umum” atau “berbicara di depan publik”. Bahkan public speaking sering pula disebut “pidato”
David Zarefsky, dalam Public Speaking Strategic
for Success; “Public speaking is a continous communication
process in which messages and signals circulate back and
forth between speaker and listeners”
(Public speaking adalah sebuah proses komunikasi
berkelanjutan, di mana pesan dan lambang terus
berinteraksi, di antara pembicara dan para pendengarnya).
Who is my public?
Siapa
dan berapa orang publik yang akan berbicara dengan saya atau yang akan
hadir? Pemahaman akan publik akan mempermudah kita dalam menyiapkan
materi.
What is my topic about?
Apa
yang akan saya sampaikan? Tidak hanya mempelajari isi presentasi yang
kita berikan, pelajari juga hal-hal yang berhubungan dengan materi untuk
menambah wawasan. Pengetahuan akan banyak hal tentang topik membuat
kita menjadi lebih percaya diri, membuat kita lebih yakin saat
memberikan contoh atau menjawab pertanyaan publik. Kita bahkan dapat
mengulang pesan dengan kalimat yang berbeda bila kita melihat tatapan
bertanya atau kebingungan di wajah publik saat kita menyampaikan
presentasi kita.
Why should I talk about it?
Mengetahui alasan mengapa topik harus disampaikan/dibicarakan. Jangan berhenti di satu kali pertanyaan „mengapa‟,
usahakan gali lebih dalam alasan mengapa kita berbicara agar menemukan
inti permasalahannya. Dengan demikian kita dapatlebih menjiwai apa yang
hendak kita sampaikan. Kekhawatiran akan pertanyaan-pertanyaan yang
mungkin diajukan publik juga akan berkurang karena kita telah memikirkan
kemungkinan munculnya pertanyaan tersebut.
When?
Kapan
saya bicara dan berapa banyak waktu yang saya miliki? Dengan mengetahui
kapan kita bicara, kita dapat menyiapkan segala sesuatu sebelum
waktunya. Selain itu, Anda punya waktu untuk latihan. Mengetahui jumlah
waktu yang diberikan untuk berbicara juga penting agar kita dapat
menyampaikan pesan secara efektif dalam batas waktu yang diberikan. Bila
kita memiliki materi yang membutuhkan waktu 20 menit untuk presentasi
padahal kita hanya memiliki 5 menit, kita berisiko akan tidak dapat
memberikan pesan secara utuh dan memberikan kesimpulan yang mengesankan
publik.
Where?
Di
mana saya bicara? Bicara di lingkungan tempat kita sudah biasa berada
tentunya lebih nyaman dibandingkan dengan bicara di tempat yang baru
pertama kali kita kunjungi. Ketahui di mana dan bagaimana suasana serta
pengaturan ruang tempat kita bicara. Dengan mengetahui tempat terlebih
dahulu, setidaknya membuat kita menjadi lebih tenang. Bila kita diminta
berbicara di tempat yang belum kita ketahui letaknya, sebaiknya cari
tahu cara menuju tempat tersebut hingga kita bisa sampai ke lokasi public speaking tepat pada waktunya.
How?
Bagaimana
membuat presentasi/pidato saya menarik? Dengan mempertimbangkan hal-hal
di atas, kita dapatmelakukan riset dan mengumpulkan informasi yang
dapat mendukung presentasi dan pengetahuan kita tentang materi. Setelah
itu, kita dapat mengatur susunan penyampaian yang menarik dan mudah
dimengerti publik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar