Ads 468x60px



Labels

Sabtu, 06 Oktober 2012

Kayu Laban


Kayu leban bagi masyarakat Lubai bukan merupakan kayu yang diunggulkan. Jenis kayu ini jarang dipergunakan untuk dijadikan bahan bangunan rumah. Penulis kali pertama melihat kayu Leban pada tahun 1970, ketika keluarga penulis membuka ladang padi di Gumsuruman, desa Kurungan Jiwa, kecamatan Prabumulih, kabupaten Muara Enim, provinsi Sumatera Selatan. Ada pohon Leban ditebang untuk dijadikan sebuah kentongan ukuran panjang 150 centimeter dan ukuran lilitan 25 centimeter. Suara kentongan ini nyaring, mampu didengar dari jarak 1.000 meter. Jika malam telah biasanya penulis memukul kentongan tersebut. Asik rasanya...

Nama lokal

Indonesia: Kalimantan: Laban, Amola, Gagil, Humulawan, Kalapapa, Kulimpapa batu, Kulimpapa simpor, Kulumpapa, Laban daun menjari, Laben, Leban, Pagil. Sumba Pulau: Hiketaroe, Komodo: Pampa, Sumatera: Kopiher (Karo language), Aloban-Batu, Aloban Kardoek atau Aloban Bunga. Malaysia:. Bunyak laban. Dalam bahasa Lubai disebut Leban.

Ciri umum

Pohon sampai 2-15 meter tinggi, sampai dengan 40 cm dengan diameter (diameter setinggi dada). Bark pecah-pecah, bersisik, abu-abu kekuningan pucat sampai coklat, kulit bagian kuning pucat menjadi hijau pada paparan, gubal kuning lembut sampai coklat. Daun 3 - atau 5-foliolate. Leaflet hampir sessile, dua luar biasanya jauh lebih kecil dari yang lain, ovate atau elips, 3-25 cm, lebar 1,5-10 cm, dasar dibulatkan menjadi sedikit baji-berbentuk, acuminate puncak, marjin keseluruhan, vena sekunder 10-20 pasang; perbungaan terminal malai, Bunga biru keputihan. Buah-buahan 5-8 mm, ripening black.

Tempat tumbuh

Tumbuh baik biasanya di hutan sekunder, di tepi sungai dan di sepanjang jalan, termasuk di lahan marjinal seperti daerah cylindrica alang. Spesies ini tampaknya mentolerir kebakaran biasa. Dalam kondisi tropik seperti di Kalimantan Timur, berbunga dan berbuah hampir sepanjang waktu dari Januari hingga Desember. Buah yang dimakan oleh burung dan biji tidak dapat berkecambah di bawah naungan dan perlu cahaya untuk berkecambah.

Penggunaan

Vitex pinnata memiliki kayu yang sangat kuat dan tahan lama, tahan lama bahkan dalam kontak dengan air atau tanah. Ini merupakan coklat keabu-abuan di warna. Kepadatan adalah sekitar 930 kg per meter kubik (£ 58 per kaki kubik). Kayu digunakan untuk posting, pintu dan bingkai jendela, tidur dan beberapa perabot. Kayunya digunakan untuk konstruksi dan pembuatan menangani pisau. Daun dan kulit kayu digunakan untuk mengobati sakit perut, demam dan malaria.

Manfaat Obatan

  1. Pemanfaatan Akar Pohon Halban. Akar kayu halban dicampur dalam ramuan jamu untuk mencairkan darah. Sebab itu khasiat akar kayu halban sering dikaitkan untuk melancar perjalanan darah, membersih kekotoran dalam tubuh badan, awet muda dan menguatkan tenaga zahir dan batin. Air rebusan akar Halban tidak boleh diminum berlebihan kerana dikhuatiri meraban tebin (kata orang Perak) macam kambin. Akar halban dapat dijadikan ramuan selepas bersalin, sakit badan, awet muda, antioksidan, mencairkan darah dan dapat melegakan batuk. 
  2. Manfaat Daun Pohon Halban. Daun halban digunakan untuk mengobati luka, kudis dan demam. Bagi mengobati luka daun di remas di telapak tangan dan disapu pada luka. Untuk mengobati demam, daun ditumbuk dan dituang pada kepala dan badan. Daunnya yang berwarna merah kehitaman seperti daun lemuning direbus dan dimakan sebagai lauk untuk membuang angin dalam tubuh. Air rebusan kulit halban juga sesuai untuk mengeringkan luka, sekaligus mempercepat proses penyembuhan
 

Sumber : wikipedia.id.org dan berbagai sumber lainnya

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dangdut Bahi

Loading...

Wali Band

Loading...

Artikel Blog

Dangdut RGS

Loading...

Dangdut Palapa

Loading...

Selamat Datang

Terima Kasih telah berkunjung di Blog Forkum Lubers "Sebase Seanengan"

Prayer Times

Daftar pengikut

Ragam Mengobrol

Dangdut Monata

Loading...

Dangdut Metro

Loading...

Tulisan Forkum Lubers